3 Penari Erotis Tampil didepan Anak-Anak di Batam dan Jepara

BATAM, GURINDAM TV-  Warga Batam digegerkan 3 tarian erotis di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (14/4/2018 ) kemarin.

 

suguhan 3 wanita seksi bererotis ria di depan mobil CRV dan Motor disaksikan anak-anak dan para pecinta otomotif Batam. Video erotis inipun Viral dimedsos.

 

3 penari erotis yang tampil di tempat terbuka membuat pengunjung yang menonton merekam dengan ponsel mereka. aksi melengok-lengok 3 penari erotis yang diguyur siraman air ke tubuh penari membuat ketat pakaian penari tampil mencolok.

 

Pengunjung trus berteriak-teriak sembari merekam aksi 3 model yang terlihat montok guyuran air dilakukan petuga damkar dan pria perpeci hitam mengenakan baju putih tersebut.

 

AKP Andri Kurniawan, SIK, MH Kasat Reskrim Polresta Barelang membenarkan 3 Penari di Dataran Engku Putri Batam Centre, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu kemarin kita lakukan penyelidikan. Hasilnya apakah memenuhi unsur dugaan pornografi atau tidak, kita masih pelajari lebih lanjut.” ungkapnya.Minggu malam (15/4/2018 ).

 

Jepara Juga di Goncang Tari Erotis

 

DIKota jepara Komunitas motor NMAX di Pantai Kartini Jepara bikin heboh. Soalnya dalam video yang tersebar di media sosial terlihat 3 perempuan muda sedang menari hanya berbalut bikini.

 

Ada beragam video yang tersebar. Di antaranya berdurasi 5 detik dengan jarak pengambilan gambar sangat dekat dan video berdurasi 29 detik diambil lebih jauh.

 

Tiga perempuan muda menari erotis dengan iringan musik menghentak tersebut tampak dikelilingi orang-orang berseragam kaos komunitas motor. Tubuh penari disemprot air sehingga terlihat lebih tak senonoh.

 

Di bagian akhir salah satu video yang beredar nampak dua penari memperlihatkan gerakan tubuh tidak pantas disaksikan salah satu penari dan belasan lelaki yang mengerumuni dan mengabadikan aksinya.

 

Polisi langsung bertindak dan sudah menetapkan 1 tersangka. “Sudah kami tindak lanjuti. Belasan orang kami periksa, dan sementara satu orang jadi tersangka. Tapi masih kami kembangkan,” ujar Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharto

 

Suharto masih enggan menyebutkan nama dan peran tersangka dalam acara tari erotis tersebut. Dia hanya menjelaskan tersangka dinilai melanggar Pasal 4 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara.

 

Tarian erotis ini menurut polisi tidak sesuai dengan jadwal yang diajukan panitia saat meminta izin ke Polres Jepara. Dalam pengajuan izin, panitia menyebutkan hiburan akan berupa pentas organ tunggal.

 

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menyayangkan insiden tari erotis tersebut bisa terjadi. Sesuai izin, kata dia, acara reuni komunitas Yamaha NMAX diikuti sekitar 100 orang, dimulai pukul 11.00 WIB hingga 16.00 WIB dengan dimeriahkan hiburan organ tunggal.

 

“Kami sangat sayangkan. Izinnya diramaikan dengan organ tunggal, tapi kenyataannya tidak sesuai. Kami sudah periksa sejumlah saksi,” kata Yudianto.

 

Manager Pantai Kartini, Joko Wahyu Sutejo, juga menejelaskan pihaknya menerima permohonan izin dari panitia sekitar dua minggu lalu. Namun, di dalam surat permohonan izin tidak dijelaskan secara mendetail susunan acara. Surat izin yang masuk, lanjut dia, hanya permohonan pinjam tempat untuk acara.

 

“Kita sudah ketemu dengan panitianya dua minggu lalu, mereka hanya memberikan keterangan pinjam tempat untuk ultah NMAX dan hiburan dangdut gitu saja,” papar Joko.

 

Joko juga mengakui bahwa pihaknya hanya memberikan rekomendasi dan selanjutnya izin acara diberikan oleh Polres Jepara. “Kami tahunya kalau sudah diberikan izin oleh Polres ya sudah beres,” lanjutnya.

 

Menurutnya, ia menerima permohonan izin dari panitia sekitar dua minggu lalu. Namun, di dalam surat permohonan izin tidak dijelaskan secara mendetail susunan acara. Surat izin yang masuk, lanjut dia, hanya permohonan pinjam tempat untuk acara.

 

“Kita sudah ketemu dengan panitianya dua minggu lalu, mereka hanya memberikan keterangan pinjam tempat untuk ultah NMAX dan hiburan dangdut gitu saja. Ketuanya kalau tidak salah Jalil dan ketua NMAX (Jepara) Faiz,” papar Joko.

 

Joko sendiri mengaku baru mengetahui hal itu setelah mendapat laporan dari bawahannya yang ada di lapangan.

 

“Saat itu saya lagi pulang sebentar, dan mendapat laporan dari bawahan terkait hal itu. Mosok sampai seperti itu. Kalau izin tempat sampai pukul 16.00 WIB,” paparnya.

 

Ditambahkannya, tak selang lama acara tersebut dihentikan polisi. Namun, hal itu sangat disayangkan lantaran selama ini kegiatan yang diselenggarakan di Pantai Kartini dijaga agar tidak menjurus ke arah sensual. “Kalau kegiatan yang kami selenggarakan hanya organ tunggal, tidak sampai vulgar seperti itu,” ucapnya.

 

Sementara itu hingga saat ini Ketua Panitia, Jalil, masih belum dapat dihubungi. Kasus ini sedang dalam penanganan petugas kepolisian. ( Pit/detik.com )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *