Apa kalian pernah mendengar nama Natuna?

Yah Natuna adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Natuna merupakan Kepulauan paling utara di selat karimata.

Kabupaten Natuna memiliki 15 kecamatan, 6 kelurahan dan 70 desa (dari total 70 kecamatan, 141 kelurahan dan 275 desa di seluruh Kepulauan Riau) dengan jumlah penduduk 76.192 jiwa.

Capaian indeks perekemebangan manusia Kabupaten Natuna pada tahun 2017 adalah 71,52 dengan pertumbuhan sebesar 0,41 persen dari tahun 2016.

Natuna memiliki kekayaan alam yang melimpah, dengan segudang gas terbesar didunia.Hitungan pemerintah mengacu pada salah satu ladang gas alam yaitu Blok Natuna D-Alpha, di mana menyimpan cadangan gas dengan volume 222 triliun kaki kubik (TCT). Jika diambil, cadangan gas alam itu tidak akan habis untuk 30 tahun mendatang.

Sementara, potensi gas yang recoverable atau yang bisa diperkirakan di Kepulauan Natuna sebesar 46 tcf (triliun cubic feet) setara dengan 8,383 miliar barel minyak.

Total, jika digabung dengan minyak bumi, terdapat sekitar 500 juta barel cadangan energi hanya di blok tersebut. Maka wajar saat sejumlah ahli mengklaim wilayah ini memiliki cadangan energi terbesar di dunia.

Itu baru dari sisi volume, jika diuangkan, kekayaan gas Natuna bernilai mencapai Rp 6.000 triliun. Angka ini didapat dari asumsi rata-rata minyak selama periode eksploitasi sebesar USD 75 per barel dan kurs Rp 10.000 per USD. Nilai kekayaan ini sangat besar jika dibandingkan dengan pendapatan negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini yang hanya sekitar Rp 1.700 triliun (sumber:merdeka.com)

Berdasarkan data badan pusat statistik natuna selama tahun 2014 hingga 2015, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Natuna terjun bebas dari 6,6 persen menjadi 5,82 persen. penurunan kembali naik pada tahun berikutnya menjadi 6,09 persen, dan turun kembali pada tahun 2017 menjadi 5,68 persen. dengan realisasi penerimaan/pendapatan pemerintah Kabupaten Natuna tahun 2017 menurun dibandingkan tahun 2016.

Realisasi penerimaan sebesar Rp 1,218 triliun rupiah turun menjadi Rp 973,8 miliar rupiah saja. Pos pendapatan terbesar pada tahun 2017 berasal dari Dana Perimbangan yaitu 81,41 persen dari total pendapatan. Selanjutnya, pendapatan terbesar yaitu pendapatan lain yang sah sebesar 11,54 persen, dan pendapatan asli daerah yang hanya menyumbang 7,05 persen dari total realisasi penerimaan APBD. sedangkan Realisasi belanja pemerintah daerah Kabupaten Natuna tahun 2017 yaitu sebesar Rp1,081 triliun rupiah. Jumlah ini meningkat dari tahun 2016 sebesar 32,22 persen. Naiknya belanja pemerintah ini disebabkan oleh semakin banyaknya kebutuhan pemerintah daerah.

Bisa dibayangkan berapa penghasilan dari gas yang dimiliki natuna setiap harinya namun berapa yang didapatkan oleh daerah yang memiliki kekayaan tersebut sangat tidak seimbang.apalagi kita tahu berapa tahun terakhir Natuna sering dikunjungi pejabat tinggi namun tidak berefek kesejahteraan masyarakat disana, malah indeks ekonomi kabupaten Natuna kian menurun beberapa tahun ini.

Palau ini kaya akan kekayaan alam tapi tidak sejahtera kehidupan masyarakatnya.
kemana anggaran sebanyak itu? mengapa rakyat disana masih banyak yang belum merasakan akan kekayaan alam yang mereka miliki?
saya perlu ingatkan bahwa seharusnya pemerintah wajib menguliahkan putera daerah Natuna di bidang perminyakan minimal 10 orang pertahun. ( Wan Rika )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *