BAYI HIDROSEFALUS KONDISINYA MEMBURUK DI NATUNA BUTUH BANTUAN DANA

NATUNA, GURINDAM.TV— Daeng Naesya Novriliana, bayi berusia dua tahun ini hanya bisa terbaring di tempat tidur. Bahkan kian hari kondisi kesehatannya terus menurun akibat menderita hidrosefalus sejak usia empat bulan.

Tidak saja kondisi kepalanya yang kian hari terus membesar, bahkan hampir setiap hari anak pasangan dari Daeng M Syarwani (18) dan Mesi Agustiana (19) itu terus merintih kesakitan.

Bahkan saat ini Daeng Naesya sudah sama sekali tidak bisa bergerak, karena kondisi kepalanya yang terus membengkak.

Daeng Naesya hanya bisa terbaring kaku di atas kasur dikediamannya di Gang Air Lebay 1 Nomor 56 RT 07 RW 03, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.

Daeng M Syarwani mengatakan untuk kesembuhan anak pertamanya ini, dirinya harus menyiapkan uang ratusan juta untuk biaya beberapa kali operasi.

“Operasinya ada beberapa tahap dan tidak bisa dilakukan di Natuna maupun di kepri. Yang bisa hanya di Rumah sakit yang ada di Jakarta,” kata Daeng M Syarwani melalui sambungan selulernya, Senin (25/12/2017).

Syarwani, begitu panggilan akrabnya mengaku untuk operasi pertama yang di lakukan di Jakarta, dirinya harus menyiapkan biaya hingga Rp 60 juta, dimana biaya operasi Rp 45 juta dan selebihnya untuk biaya perawatan selama berada di RS Jakarta tersebut.

“Itu perkiraan dokter di RSUD Natuna, bisa saja lebih dan bisa juga kurang, yang jelas untuk mencari uang operasi pertama saya masih bingung mau mencarinya dimana,” katanya.

Penghasilan dirinya per hari hanya sebagai buruh serabutan hanya mampu untuk biaya makan sehari-hari.

“Apalagi kini istri saya sedang hamil tua anak kedua. Tentu saja kendala biaya menjadi tantangan super berat bagi saya. Setidaknya uluran tangan dermawan bisa turut meringankan beban yang sedang saya hadapi saat ini,” ungkapnya.

Hidrosefalus adalah penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel yang mengakibatkan ventrikel-ventrikel di dalamnya membesar dan menekan organ tersebut.

Cairan ini akan terus bertambah sehingga ventrikel di dalam otak membesar dan menekan struktur dan jaringan otak di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, tekanan ini dapat merusak jaringan dan melemahkan fungsi otak. ( Kompas.com/Red )

Latest articles

Ansar Ahmad Akan Manfaatkan APBD Untuk Ciptakan Program Padat Karya

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau nomor urut 3 H. Ansar Ahmad SE MM kalau dirinya terpilih sebagai Gubernur Kepri akan berupaya...

Dishub Bintan Launching Sepintas Zikir, Strategi ini Pertama di Indonesia

BINTAN, GURINDAM.TV -- Sepintas Zikir merupakan strategi peningkatan keselamatan lalu lintas melalui zona selamat pariwisata dan uji KIR. Strategi ini menjadi yang pertama di...

Energi Itu Adalah Ansar

Oleh: Birgaldo Sinaga Pilkada di Batam kota tempat saya tinggal ini mulai terasa demamnya. Teman-teman saya bahkan jauh-jauh hari sudah mulai kasak kusuk soal jagoan yang...

Ketika Ansar Ahmad Diserang Para Hatters

Oleh : Suyono Saat Ansar Ahmad pertama kali menyatakan sikapnya untuk maju dalam pemilihan Gubernur Kepulauan Riau berbagai sambutan mewarnai masyarakat. Ada yang menaruh harapan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here