32 C
Jakarta

BUMN Wacth Minta Erick Thohir Tak Tebang Pilih Lakukan Pembenahan

JAKARTA, GURINDAM.TV — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir diminta tidak tebang pilih dalam melakukan pembenahan dan upaya bersih-bersih di 142 perusahaan milik negara itu.

“Masih banyak lagi BUMN yang harus di bersihkan. Seperti PLN, Pertamina, Telkom, Pelindo dan lain-lain. Terpenting dilakukan Erick Thohir adalah jangan tebang pilih dalam membersihkan BUMN,” kata Ketua Koordinator BUMN Watch Naldy N Haroen SH, kepada wartawan dalam siaran persnya, Jumat (6/12/2019).

Pernyataan itu dikatakan Naldy Haroen terkait pencopotan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra karena diduga terlibat penyelundupan Harley Davidson sepeda Brompton.

Namun, menurut Naldy Haroen, pemecatan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dirasa tidak cukup. Erick juga dituntut memecat seluruh jajaran direksi Garuda Indonesia. 

“Saya melihat pencopotan yang dilakukan Erick Thohir tergolong berani. Namun, pembenahan harus dilakukan juga diperusahaan BUMN yang lain,” kata dia.

Naldy melihat, berbagai gebrakan Erick Thohir usai dilantik menjadi menteri BUMN membuat kalang kabut banyak kalangan. Naldy meminta gebrakan itu tidak hanya “hangat-hangat tai ayam” saja.

“Jika mau melakukan perubahan di BUMN Erick harus tegas dan berani membongkar jaringan mafia migas. Karena bau tidak sedap penyelundupan barang ilegal juga sering terjadi di PT Pelindo,” jelasnya.

Lebih lanjut Naldy Haroen mengatakan, selama 15 tahun BUMN Watch terus berusaha untuk membantu Kementerian BUMN memberikan informasi dengan data-data yang valid. Namun, sayangnya, Kementerian BUMN tidak merespon secara positif masukan itu.

“Seolah-olah BUMN Watch dianggap LSM  yang mengambil kesempatan dan kepentingan dalam mengkritisi BUMN. Padahal niat kami tidak seperti itu. Kami hanya ingin BUMN kita ini lebih kuat lagi,” ujar Naldy Haroen.

Naldy Haroen menceritakan, dirinya pernah mendengar kabar jika nama BUMN Watch dipakai oleh oknum-oknum tertentu untuk melakukan perbuatan yang tidak terpuji di perusahaan plat merah itu.

“Jika ada oknum yang mengaku dari BUMN Watch dan melakukan tindakan tidak terpuji silahkan tangkap dan laporkan kepenegak hukum,” jelasnya.

Naldy Haroen menegaskan, sampai hari ini BUMN Watch maupun pengurusnya tidak pernah bersentuhan dalam bidang apapun dengan perusahaan-perusahaan di BUMN.

“Kami hanya ingin memberikan kontribusi sebagai masyarakat biasa. Memberikan masukan dan kritikan yang positif guna peningkatan kinerja BUMN itu sendiri,” terang dia.

Dirinya berharap, Erick Thohir bisa menerima masukan dari pihak manapun termasuk BUMN Watch. Karena, Erick pernah mengatakan akan banyak menerima masukan-masukan dari masyarakat.

“Mari kita saling berkolaborasi untuk memajukan BUMN kita ini. Tentunya, kita tidak ingin perusahaan dibawah BUMN terus merugi dan hanya mengandalkan suntikan dari pemerintah terus-terusan,” pungkas Naldy Haroen. ( Wit/ Pit )

Latest articles

Paguyuban Tanjungpinang Peduli Bencana Banjir Bandang Sukabumi

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV -- Ketua Paguyuban Pasundan Kota Tanjungpinang kang Saiful Mukkarom, memimpin Langsung Aksi...

Akhir Pekan, Ratusan Pengunjung Berwisata Memburu Sunset di Jalan Lingkar Gurindam 12 Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV -- Jika anda berwisata ke Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, jangan lupa singgah ke Jalan Lingkar proyek Gurindam 12 didepan Gedung...

Obyek Wisata Pulau Bintan Kepri, Jadi Penerima Sertifikat Indonesia Care Pertama

BINTAN, GURINDAM.TV -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) Wishnutama menyerahkan sertifikat pertama Indonesia Care (IDoCare) sebagai salah...

Mencegah wabah corona di Anambas, Lanudal Matak dukung Peraturan Bupati

ANAMBAS, GURINDAM.TV -- Lanudal Matak terus dukung upaya masyarakat Anambas Kepri dalam mencegah penyebaran Covid-19 dengan Sosialisasi Perbup Nomor 43 Tahun 2020,...
41.9k Followers
Follow

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here