DIREKTUR BUMD TANJUNGPINANG ASEP NANA SURYANA DI VONIS SATU TAHUN PENJARA.

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV — Asep Nana Suryana Direktur BUMD Tanjungpinang akhirnya di vonis satu tahun penjara dan denda Rp 50 Juta Rupiah subsider satu bulan penjara dibacakan amar putusan yang mulia Majelis Hakim Tipikor PN Tanjungpinang Marolop Simamora SH yang didampingi oleh Hakim Anggota, Purwaningsi SH dan Jonni Gultom SH, Rabu (25/10/2017).

Asep Nana suryana divonis lebih ringan dari tuntunan JPU Gustian Juanda Putra SH selama 15 bulan penjara mendapat diskon dari Majelis Hakim Tipikor.

Terdakwa yang terbukti menerima aliran dana pungli pasar Bintan Center Tanjugpinanangbitu dinyatakan bersalah melakukan, turut serta melakukan, pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima hadiah atau janji.

Terdakwa yang melanggar pasal 11 Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah dengan undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Jo Pasal 5d ayat I ke I KHUP perbuatannya tidak bisa mengelak saat duduk di kursi pesakitan Pengadilan Tipikor PN Tanjungpinang.

Sebagaimana berdasarka fakta persidangan, dan keterangan saksi-saksi dalam perkara ini terdakwa Slamet mendapatkan imbalan dari saksi pedagang di Pasar Bintan Center. Diantaranya, dari saksi Ali Filian Rp 8 juta, namun uang sewa pertama kios yang sebenarnya hanya Rp 5 juta disetorkan ke kantor BUMD. Sisanya Rp 3 juta tak disetorkan Slamet.

Kemudian, saksi Sherli memberikan uang sewa pertama kios sebesar Rp 10 juta. Tapi, yang disetor cuma Rp 5 juta. Sisanya, masuk kantong.
Selanjutnya, saksi Syahrul, memberikan uang sewa pertama kios sebesar Rp 10 juta namun kenyataannya uang sewa pertama kios yang sebenarnya sebesar Rp 5 juta disetorkan ke Kantor BUMD dan sisanya Rp 5 juta ditangan terdakwa Slamet.

Saksi Sulstri lain lagi, dia memberikan uang sewa pertama kios sebesar Rp 9 juta namun kenyataannya uang sewa pertama kios yang sebenarnya sebesar Rp 5 juta disetorkan ke Kantor BUMD dan sisanya Rp 4 juta di tangan terdakwa Slamet.

Yang lebih ironi, pengakuan saksi Januar yang memberikan uang sewa pertama kios sebesar Rp 20 juta. Padahal, besaran uang sewa pertama kios yang sebenarnya sebesar Rp 10 juta. Slamet pun mengantongi sisanya, Rp 10 juta.
Terakhir, saksi Nana Yusnadar memberikan uang sewa pertama kios sebesar Rp 20 juta namun kenyataannya uang sewa pertama kios yang sebenarnya sebesar Rp 10 juta disetorkan ke Kantor BUMD untuk dua kios dan sisanya Rp 10 juta ditangan terdakwa Slamet.

Dari keterangan sejumlah saksi dan terdakwa Slamet ( kasusnya di pilah atau di split ) Sehingga ada selisi Rp 38 juta yang diterima dan berada di tangan terdakwa Slamet yang disetorkan kepada terdakwa Asep Nana Suryana selaku Direktur BUMD Tanjungpinang, kemudian terdakwa Asep Nana Suryana memberikan bagian dari jumlah uang tersebut, dengan begitu unsur menerima hadiah atau janji dan imbaln terbukti pengakuan dipersidangan.

Sementara itu, Urip Santoso SH pengacara terdakwa pikir-pikir dalam vonis tersebut. ( Pit/Red )

Latest articles

Ansar Ahmad Akan Manfaatkan APBD Untuk Ciptakan Program Padat Karya

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Calon Gubernur Provinsi Kepulauan Riau nomor urut 3 H. Ansar Ahmad SE MM kalau dirinya terpilih sebagai Gubernur Kepri akan berupaya...

Dishub Bintan Launching Sepintas Zikir, Strategi ini Pertama di Indonesia

BINTAN, GURINDAM.TV -- Sepintas Zikir merupakan strategi peningkatan keselamatan lalu lintas melalui zona selamat pariwisata dan uji KIR. Strategi ini menjadi yang pertama di...

Energi Itu Adalah Ansar

Oleh: Birgaldo Sinaga Pilkada di Batam kota tempat saya tinggal ini mulai terasa demamnya. Teman-teman saya bahkan jauh-jauh hari sudah mulai kasak kusuk soal jagoan yang...

Ketika Ansar Ahmad Diserang Para Hatters

Oleh : Suyono Saat Ansar Ahmad pertama kali menyatakan sikapnya untuk maju dalam pemilihan Gubernur Kepulauan Riau berbagai sambutan mewarnai masyarakat. Ada yang menaruh harapan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here