Hut Ke-66 Kopassus, Sejarah Pisau Komando Legendaris Pasukan Baret Merah

TANJUNGPINANG, GURINDAM TV —  Hari ini Senin (16/4/2018), Komandan Pasukan Khusus (Kopassus) tepat berusia 66 tahun.

Aktif sejak 16 April 1952, bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat ini telah memiliki banyak prestasi yang membanggakan.

Banyak hal menarik dari Kopassus yang perlu diketahui, salah satunya adalah pisau Fairbairn & Sykes atau yang lebih dikenal pisau Komando milik Kopassus.
Pisau berbilah dua ini menjadi gambar di salah satu logo Kopassus.

Kehadirannya begitu fenomenal di dunia pasukan khusus, terutama di kalangan Kopassus.

Dilansir TribunBatam.id ide pembuatan pisau ini muncul dari William Ewart Fairbairn yang saat itu mendapat tugas khusus sebagai kepala polisi di Shanghai, Tiongkok.

Menurut buku Weapon, a Visual History of Arms and Armours, di tahun 1930-an terjadi banyak pertempuran antar geng di Shanghai.

Fairbairn pun berpikir, anggotanya harus dibekali sebuah senjata beladiri jarak dekat.

Bersama salah satu partnernya di kepolisian Shanghai yang bernama Eric Anthny Sykes mereka membuat sebuah pisau berbilah dua dengan penampang yang tidak terlalu lebar, namun panjang.

Panjang pegangannya mencapai 10 cm, sedangkan panjang bilah pisaunya mencapai 18 cm.

Tidak seperti pisau pada umumnya, pisau Fairbairn & Sykes dibuat bukan untuk mengiris, melainkan menusuk.

Bilah pisaunya didesain agar bisa menembus sela-sela tulang iga manusia, sehingga bisa langsung menusuk jantung musuh.

Pada saat Perang Dunia II meletus dan AS mulai mempersiapkan militernya ke medan perang, Fairbairn ditugasi ke AS untuk memperkenalkan pisau ini kepada Office of Strategic Services (OSS).

OSS adalah agen intelijen AS di masa Perang Dunia II.

AS menilai pisau buatan Fairbairn ini sangat efektif untuk digunakan oleh agen intelijen mereka.
Pisau Fairbairn & Skyes kemudian menjadi idola di kalangan pasukan khusus dunia.

Royal Marines, 1st Independent Parachute Brigade Plandia, ParaCommando Brigade Belgia, Grup Gerak Khas Malaysia, dan pasukan Komando Singapura adalah beberapa pengguna setia psau ini.

Kehadirannya di Indonesia sendiri tidak terlalu jelas.  Beberapa literatur menyebut bahwa pisau ini diperkenalkan di masa-masa awal Kopassus saat masih menyandang nama Kopassandha.
Namun siapa yang membawa pisau Fairbairn & Skyes ini tetap tidak jelas.

Yang jelas, pisau ini telah menjadi saksi mata tangguhnya pasukan baret merah di dalam perjalanan bangsa ini. ( TribunBatam.id/ Red )