Jalan Lumpur Membawa Korban di Senggarang Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, GURINDAM TV — Warga daerah Senggarang Kota Tanjungpinang mengeluhkan lumpur tanah merah di sekitar ruas jalan destinasi wisata religi kelenteng akar dan kelenteng tua.

Pemko Tanjungpinang tidak melakukan pencegahan atau tindakan untuk mengatasi luberan lumpur tersebut, namun justru terkesan tidak peduli dan cuek menganggap hal biasa saja. Padahal jelas hal itu mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Sejumlah warga mengaku kesulitan saat berangkat kerja maupun mengantar anak ke sekolah, karena jalan berlumpur dan licin. Akibat kondisi ini banyak korban yang sudah berjatuhan saat melintas di jalan tersebut.

Iwan, salah satu warga Senggarang memposting gambar di medsos, berharap uluran tangan para pejabat pemerintah yang berwenang untuk segera memperbaiki kondisi ini.

“masyarakat yang setiap hari melewati jalan tersebut, tak jarang sepeda motor terjatuh dikubangan lumpur tersebut.” ungkap Iwan.

Protes netizen lain juga dilontarkan Musakar.

“Kasian pak, ibu-ibu kalau nganter anaknya sekolah, soalnya itu jalan jalur ke sekolah. Kalo sampe terjadi apa – apa, apa jadinya?, tolong dong pak ambil tindakan.. terima kasih.

Elis, warga lain ikut berkomentar, ” Emang kalau mau kesekolah susah, kondisi jalan licin “.

Puji Wiranto menulis, “Entah mau tunggu sampai kapan, penantian tiada akhir untuk menikmati jalan yang mulus menuju Senggarang. Sudah banyak yang jadi korban. Motor dan pejalan kaki terpeleset Apakah menunggu ada korban jiwa baru dicari solusinya?. Apakah karena senggarang adalah daerah pelosok sehingga jauh dari jangkauan dinas terkait? sedih saya melihat warga Senggarang dan sekitarnya jika harus melewati jalan itu, karena sudah ada ketakutan untuk melalui jalan tersebut”.

Begitu juga dikatakan Godek, “Dah tak hujan pun masih ade yang jatuh tadi pagi, karena jalan masih licin dan masih berlumpur dengan tanah bauksit. Saye tau karena tiap pagi lewat situ antar anak sekolah”. ( Pit/ Aul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *