Kasat Sabhara Polres Blitar Resign

JAKARTA, GURINDAM.TV — Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo ramai dibincangkan publik karena mengundurkan diri (resign) sebagai polisi. Agus mundur lantaran kekecewaan kepada Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Prasetyo.

“Jadi saya datang ke Polda Jatim, saya sengaja mengirim surat pengunduran diri saya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jadi hari ini saya resmi mengundurkan diri kepada Bapak Kapolda, nanti tembusannya Bapak Kapolri dan lain-lain. Hari ini sudah saya ajukan, tinggal tunggu proses lebih lanjut,” kata Agus saat ditemui di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, seperti dikutip detik.com, Kamis (1/10/2020).

Agus mengundurkan diri karena sakit hati tak terima terhadap sikap Kapolres Ahmad Fanani. Agus mengatakan kekecewaannya sudah menumpuk.

“Alasan saya mengundurkan diri karena saya tidak terima. Hati saya tidak bisa menerima selaku manusia dengan arogansi kapolres saya. Sebenarnya ini akumulasi dari senior saya. Akumulasi kasat yang lain,” imbuhnya.

Selain Agus, ada sejumlah anggota Polri yang pernah mengundurkan diri. Mulai Norman Kamaru hingga Puput Nastiti Devi. Berikut deretannya:

  1. Norman Kamaru

Briptu Norman Kamaru sempat naik pamornya lantaran berjoget ‘Caiya-caiya’. Ramai berpolemik, Norman dan keluarganya mengirimkan surat pengunduran diri ke Kapolda Gorontalo. Dia juga mengirimkannya ke Mabes Polri.

“Ini lagi di perjalanan menuju Mabes Polri. Mau mengantarkan surat pengunduran diri,” kata Kakak Norman, Leni, saat dihubungi detikcom kala itu, Senin (19/9/2011).

Di dalam surat ini belum ada tanda tangan atasan Norman langsung. Surat ini hanya diteken Norman dan kedua orang tuanya.

“Ini surat secara pribadi, bukan dinas. Nggak perlu tanda tangan atasannya. Ya kita cuma mengantarkan saja. Isinya apa alasannya dan lain-lain, kita nggak tahu,” ujarnya.

Desember 2011 sidang kode etik Polda Gorontalo memutuskan Norman Kamaru diberhentikan secara tidak hormat alias dipecat. Sejak hari ini Norman dilarang memakai briptu di depan namanya.

“Sudah selesai sidangnya. Putusannya PDTH, yaitu pemberhentian dengan tidak hormat,” kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Lisma Dunggio saat dihubungi detikcom, Selasa (5/12/2011).

Lisma mengatakan, dalam putusan tersebut, Norman dinilai telah melanggar Pasal 14 ayat 1 huruf a Peraturan Pemerintah RI No 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Kepolisian Negara RI. Norman dianggap desersi, yakni 30 hari berturut-turut tidak masuk kerja.

“Yang bersangkutan tidak masuk kerja dianggap desersi,” ujarnya.

  1. Susno Duadji

Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji pernah mengajukan pengunduran diri dari Polri. Eks Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri kala itu membenarkan bahwa Susno akan mundur.

“Bukan main copot-copot, semua pakai prosedur. Akan ada pengunduran diri di Mabes Polri,” kata Kapolri di Istana Negara sebelum rakor polkam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (4/11/2009).

Namun, beberapa hari berselang, Susno Duadji kembali menjabat di Polri. Pasalnya, tugas Tim 8 kala itu telah selesai dan karena itu ia kembali menjabat Kabareskrim Mabes Polri.

“Kapolri sudah jelaskan di forum DPR, saya tidak aktif selama pemeriksaan (Tim 8),” kata Susno begitu keluar dari gedung Bareskrim Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (17/11/2009).

Saat keluar, Susno, yang mengenakan baju safari hitam, terlihat berseri-seri. Wajahnya selalu mengumbar senyum dan ramah kepada wartawan.

“Alhamdulillah sehat,” kata Susno saat ditanya kabar oleh wartawan.

  1. Anton Charliyan dan Murad Ismail

Di jajaran tinggi Polri, dua nama perwira tinggi pernah mengundurkan diri, yakni Irjen Anton Charliyan dan Irjen Murad Ismail. Keduanya dinyatakan bukan lagi anggota Polri sejak 12 Februari karena mengikuti pilkada.

“Bahwa Keppres PDH anggota Polri yang akan ikut pilkada atas nama Pak Anton Charliyan, Pak Murad, dkk sudah ditandatangani oleh Presiden. Keppres Irjen Pol Drs Anton Charliyan dkk nomor 9/Polri/tahun 2018 tanggal 12 Februari 2018,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal ketika dimintai konfirmasi, Selasa (13/2/2018).

Keduanya diberhentikan dengan hormat karena maju pada Pilkada Serentak 2018. Seperti diketahui, Anton Charliyan maju sebagai calon Wakil Gubernur Jawa Barat, sedangkan Murad Ismail sebagai calon Gubernur Maluku.

“Diberhentikan dengan hormat karena terus mengikuti kontestasi pilkada dengan ditetapkan oleh KPU mulai 12 Februari,” kata Iqbal.

  1. Puput Nastiti Devi

Istri Komut Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, yakni Puput Nastiti Devi, juga mengundurkan diri dari Polri. Puput berpangkat brigadir kala itu.

“Puput sudah mengundurkan diri. Saya baru dikabari oleh Kepala Yanma Mabes Polri,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

Polri telah menyetujui pengunduran diri Puput. Dia diberhentikan dengan hormat dari statusnya sebagai polisi wanita.

“Diberhentikan dengan hormat,” ucap Dedi. (detik.com/ Red )

 

Latest articles

MoU Antar MES Jakarta-Mesir Diteken Diatas Sungai Nil

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Dewan  pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi selaku Dewan...

Masyarakat Karimun Berbondong bondong Sambut Ansar Ahmad Meskipun Hujan

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Hari ini, Senin (23/11), Kabupaten Karimun dari pagi hingga petang diguyur hujan. Meski begitu tidak mengurangi semangat calon Gubernur Kepulauan Riau...

Kapal Kargo MV Tina I Muat Ribuan Peti Kemas Kandas

BINTAN, GURINDAM.TV -- Kapal MV Tina I dari Singapura dengan tujuan Jakarta kandas di perairan Batu Berhenti, Selat Singapura, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (22/11/2020)...

Ansar: Saya Ingin Membangun Kepri Dengan Hati

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Pembangunan yang dinginkan masyarakat adalah pembangunan dengan hati. Pembangunan yang dilaksanakan karena sebuah rasa tanggung jawab yang besar terhadap masyarakatnya. Demikian dikatakan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here