Kasus Sayed Junaidi Rizaldi Sudah SP3

JAKARTA, GURINDAM TV — Kuasa hukum Sayed Junaidi Rizaldi, Dirzy Zaidan SH MH, menjelaskan bahwa kasus yang menimpa kliennya, yakni terkait dugaan pemalsuan tanda tangan telah disetop dengan keluarnya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Menurut Dirzy, SP3 itu dikeluarkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau yang diteken langsung saat itu oleh Kombes Pol Rivai Sinambela yang kala kejadian menjabat sebagai Direktur Reskrimum Polda Riau.

“Ditreskrimum telah mengelurkan surat ketetapan No : S.Tap/01/I/2016/Reskrimum tentang penghentian penyidikan. Surat itu keluar pada 6 Januari 2016,” kata Dirzy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/7/2017).

Dirzy menjelaskan, isi surat itu antara lain memutuskan menghentikan penyidikan tindak pidana atas nama terlapor Arisman dan Sayed Junaidi Rizaldi.

Penjelasan Dirzy, kala itu kliennya dan Arisman dilaporkan oleh sekretaris DPD Hanura Riau yang saat itu dijabat oleh pria bernama M Haris dengan tuduhan memalsukan tanda tangan.

“Klien saya dilaporkan dengan laporan Polisi Nomor : LP/98/IV/2013/SPKT/RIAU. Saat itu klien saya duduk sebagai ketua DPD Hanura Riau. Ini konflik internal,” ujar dia

Dirzy menerangkan, kasus yang menimpa kliennya tersebut saat ini sudah selesai. Namun, lanjut dia, kasus ini kemudian kembali lagi diungkit dan dibesar-besarkan oleh pihak yang ingin menjatuhkan kliennya.

“Apalagi klien saya dan kawan-kawan aktivis 98 lainnya sukses menggelar acara Rembuk Nasional Aktivis 98 yang dihadiri Presiden Joko Widodo pada 7 Juli lalu. Klien saya menjadi ketua panitia pelaksana acara itu,” jelas Dirzy.

Dirzy lantas meminta sejumlah pihak untuk menghentikan menyebar berita usang kliennya tersebut.

“Kasus ini sengaja dihembuskan oleh sejumlah pihak melalui sosial media untuk menjatuhkan kredibilitas klien saya dan Presiden Jokowi,” ungkap dia.

Dirzy melanjutkan, pihaknya meminta dengan tegas kesejumlah pihak yang telah menyudutkan kliennya tersebut untuk menghentikan perbuatannya.

“Jika masih berlanjut, kami akan mengambil langkah hukum. Ini sudah masuk kategori pencemaran nama baik serta dugaan pembunuhan karakter terhadap klien saya. Saya sudah memiliki sejumlah alat bukti yang cukup,” tegas Dirzy.

Penjelasan Dirzy, pasal yang bisa dikenakan kepada pihak yang ingin menjatuhkan nama baik kliennya minimal antara lain pasal 27 ayat 3 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal itu menyebut melarang setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan pencemaran nama baik. ( Pit/ Wit )

Latest articles

Inilah Polsek Pra Pural Rasa Urban di Anambas

ANAMBAS, GURINDAM.TV -- Mako Polsek Palmatak, terletak di Desa Putik Kec.Palmatak, membawahi 4 Kecamatan yakni Palmatak, Siantan Tengah, Siantan Utara, dan Kute Siantan. Kapolsek Palmatak...

Lanal Tarempa Gelar Lomba Tahfiz Qur’an, Adzan, Shalat hingga Pildacil

ANAMBAS, GURINDAM.TV -- Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H/2020 M, Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, M.Tr. Hanla, M.M...

Ditilang Polisi, Pria di Karimun Hancurkan Motornya Pakai Batu

KARIMUN, GURINDAM.TV - Sebuah video berisi kekesalan seorang pengendara motor ditilang polisi viral. Peristiwa itu terjadi di Karimun, Kepulauan Riau pada Selasa (27/10/2020). Dalam video...

Operasi Mantap Praja 2020, Sat Sabhara Polres Bintan Gelar Patroli Diologis dan berikan imbuan

BINTAN, GURINDAM.TV -- Demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat masa tahap kampaye Pilkada Serentak 2020, Sat Sabhara Polres Bintan rutin gelar Patroli Diologis...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here