KIB Berharap Ketua KPK Fokus pada Pencegahan Korupsi

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV — Ketua umum Kebangkitan Indonesia Baru (KIB) Reinhard Parapat mengatakan, Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru lebih menitikberatkan pada isu pencegahan pemberantsan korupsi. Hal itu, kata dia, sama halnya seperti manusia soal kesehatan.

“Lebih baik mencegah dari pada mengobati. Kenapa demikian, karena memberantas korupsi itu harus diikuti dengan kampanye terus menerus kesadaran masif isu korupsi,” kata Reinhard Parapat saat dihubungi Jumat (20/12/2019) malam.

Disamping itu, kata Taki sapaan akrabnya, Firli tidak perlu diragukan lagi kiprahnya dan sangat berpengalaman dalam pemberantasan tindak pidana korupsi dilembaga KPK dan maupun Kepolisian.

Bagaimana nantinya, Firli bisa mempercepat proses konsolidasi internal dalam bersinergi dengan lembaga lembaga penegak hukum baik di Kepolisian dan Kejaksaan.

“Dengan mengedepankan penindakan dan pencegahan korupsi kedepannya lebih terkordinir, bersama-sama dan terutama menghilangkan ego masing-masing kelembagaan,” jelasnya.

Taki yakin, kedepan Firli dan komisioner lainnya dapat menuntaskan kasus lama baik yang masih berlangsung dan belum terselesaikan karena faktor ada dugaan minimnya barang bukti.

“Sehingga tidak bisa di ajukan ke pengadilan, untuk segera dituntaskan sehingga ada kepastian hukum bagi siapapun,” pungkasnya.

Hari ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyaksikan menyaksikan pengucapan sumpah jabatan pimpinan KPK untuk masa jabatan tahun 2019-2023. Para pimpinan KPK yang mengucap sumpah jabatan, ialah:
1. Firli Bahuri, sebagai ketua merangkap anggota;
2. Nawawi Pamolango, sebagai wakil ketua merangkap anggota;
3. Lili Pintauli Siregar, sebagai wakil ketua merangkap anggota;
4. Alexander Marwata, sebagai wakil ketua merangkap anggota;
5. Nurul Ghufron, sebagai wakil ketua merangkap anggota.

Pengangkatan Firli Bahuri, Nawawi Pamolango, Lili Pintauli Siregar, dan Alexander Marwata berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 112/P Tahun 2019 Tentang Pemberhentian Dengan Hormat Dan Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Sedangkan pengangkatan Nurul Ghufron dilakukan berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 129/P Tahun 2019 Tentang Pengangkatan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. ( Wit/ Pit )

Latest articles

Operasi Mantap Praja Seligi 2020 Polres Bintan Gelar Pengamanan Penyampaian Visi dan Misi

BINTAN, GURINDAM.TV  -- Operasi Mantap Praja Seligi 2020 Polres Bintan Gelar pengamanan penyampaian Visi dan Misi Calon Bupati dan Wakil Bupati Bintan, bertempat di...

Kuasa Hukum Minta Bukopin Fokus Kembalikan Dana Nasabah

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Lambannya pencairan dana nasabah PT Bank Bukopin Tbk yang mayirotas sahamnya kini telah dimiliki Kookmin Bank asal Korea Selatan (Korsel) menimbulkan...

Diduga Ditipu, Pembeli Apartemen Antasari 45 Melapor ke Polda Metro Jaya

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Ratusan pembeli apartemen Antasari 45, Jakarta yang merasa dirugikan didampingi kuasa hukumnya melapor ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan, penggelepan...

Setahun Kepemimpinan Jokowi-Ma,aruf Negara Semakin Baik

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV-- Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) dan Ma'ruf Amin setahun sudah dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024. Kepemimpinan Jokowi-Ma,aruf semakin...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here