MAKI Jaksa Pinangki Ditahan, Kejagung Masih Jauh dari Angan-angan Pemberantasan Korupsi

JAKARTA, GURINDAM.TV – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKIBoyamin Saiman menyatakan prihatin atas penangkapan Jaksa Pinangki Sirna Malasari oleh Kejaksaan Agung.

Boyamin Saiman menilai kasus Jaksa Pinangki membuktikan harapkan masyarakat untuk jaksa memberantas korupsi masih jauh dari angan-angan.

“Dalam tataran idealisme, semestinya Kejaksaan atau pegawai Kejaksaan Agung itu kan yang memberantas korupsi dan yang mestinya kita harapkan memberi contoh masyarakat untuk patuh hukum dan tidak melanggar hukum,” kata Boyamin Saiman kepada Kompas TV di Jakarta, Rabu (12/8/2020).

Boyamin Saiman lebih lanjut mengaku kecewa dengan respons Kejaksaan Agung yang kalah cepat jika dibanding dengan Polri dalam menghadapi kasus Djoko Tjandra. Polri, sambung Boyamin, sudah menahan dan menetapkan tersangka terkait kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra. 

“Meski demikian kami mengapresiasi langkah tegas yang terlambat jika dibandingkan dengan kepolisian yang sudah menahan dan mentersangkakan orang. Beda dengan Kejaksaan Agung yang nampak harus didorong terlebih dahulu untuk melakukan tindakan tegas,” ujar Boyamin.

Boyamin berharap Kejaksaan Agung tidak hanya berhenti dengan penetapkan tersangka dan menahan Jaksa Pinangki. Lebih dari itu, Boyamin ingin Kejaksaan Agung mampu mengembangkan kasus ini ke level pemberi gratifikasi.

“Karena tidak mungkin oknum Jaksa Pinangki ini hanya menerima tanpa ada yang memberi. Dalam kasus korupsi, gratifikasi, suap, atau penerimaan janji itu pasti dilakukan minimal dua pihak. Sehingga setidaknya Kejaksaan Agung segera mengembangkan ini dan menetapkan tersangka pihak-pihak yang diduga terlibat dan terkait yang memberikan dana kepada oknum jaksa pinangki,” ujar Boyamin Saiman.

Nama Djoko Tjandra kembali mengemuka ke publik setelah dirinya mengajukan peninjauan kembali atas kasusnya ke PN Jakarta Selatan. Djoko Tjandra adalah buronan kasus Cessie Bank Bali selama 12 tahun. Dalam pelariannya, Djoko Tjandra sempat menjadi warga Papua Nugini.

Ironisnya setelah menjadi buron belasan tahun, Djoko Tjandra bisa dengan mudah membuat KTP Elektronik di Kelurahan Grogol Selatan dan mengajukan Peninjauan Kembali. Bahkan Djoko Tjandra bebas bepergian ke luar negeri dengan bekal surat jalan dari kepolisian yang belakangan diketahui palsu.

Polri pun akhirnya menangkap Djoko Tjandra di Kuala Lumpur, Malaysia. Terkait penangkapan ini, Polri juga sudah menetapkan dua tersangka dan memeriksa sejumlah saksi.

Sementara Kejaksaan Agung, melalui Kapuspenkum Hari Setiyono mengungkapkan jika pihaknya telah menetapkan dan menahan Jaksa Pinangki Sirna Malasari tadi malam. ( Kompas.TV/ Red )

Latest articles

Watimpres & Bos Relawan Jokowi Kunjungi Kapolda Metro Jaya

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Anggota Dewan Pertimbangan Presiden atau Wantimpres Mayjen Pol (Purn) Drs H Sidarto Danusubroto SH, Putri Kuwisnuwardhani bersama Ketua umum Relawan Jokowi...

Keliling Pulau Kundur Jual Telur Puyuh Demi Dua Anaknya Bisa Kuliah

KARIMUN,  GURINDAM.TV -- Setiap hari laki-laki ini keliling Pulau Kundur menjajakan telur puyuh. Dengan mengendarai sepeda motor butut laki-laki yang bernama Amin ini menawarkan...

KPK Tangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rabu (25/11/2020) dini hari. Informasi awal Edhy ditangkap lembaga antirasuah di kantornya,...

MoU Antar MES Jakarta-Mesir Diteken Diatas Sungai Nil

JAKARTA, GURINDAM.TV -- Dewan  pembina Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Atase Perdagangan KBRI Cairo, Irman Adi Purwanto Moefthi selaku Dewan...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here