Rentetan Tabrakan Maut Pejabat Bintan Jalur Lintas Barat

TANJUNGPINANG, GURINDAM TV — Jalur lintas barat di Bintan Kepulauan Riau rawan terjadi kecelakaan. jalur cepat tersebut menjadi buah bibir masyarakat paska sejumlah pejabat Bintan dan Pasangan suami istri mengalami kecelakaan.

Jalur yang dibangun Tahun 2013 dengan menggunakan dana APBN dan jembatan menggunakan APBD Kepri telah memakan banyak korban. Beberapa penyebab kecelakaan maut diakibatkan sopir mengemudi dalam keadaan lelah, mengantuk hingga kebut-kebutan dijalan.

Salah satu peristiwa kecelakaan yang paling banyak menyita perhatian masyarakat, yaitu pada Bulan Januari 2018 Ibnu Farhan staf pegawai protokol Bintan tewas tabrakan dengan mobil anggota DPRD Bintan Daeng M Yatir dan Kepala Dispenda Bintan Yuzet.

Kasus kecelakaan pejabat Bintan menjadi daftar panjang di jalan lintas barat yang mengakibatkan mobil hancur dan korban diantaranya :

  1. Rabu ( 1/2/2017 ) kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di Lintas Barat, Kelurahan Tembeling, Kecamatan Teluk Bintan. Satu unit mobis Mistsubishi Lancher berplat nomot BP 1212 terbalik di rawa-rawa di sekitaran lintasan Tembeling. Laporan dari warga sekitar, tak terdapat korban jiwa dalam kecelakaan yang berlangsung siang itu. Namun mobil terperosok sangat dalam semak belukar berawa. Mitsubishi Launcer itu berdasarkan pemeriksaaan kemudian, dikemudikan Mohammad Insan Amin (40) Kepala Kantor Satpol PP Bintan.

Kejadian bermula ketika Moh Insan Amin melaju dari arah Tanjungpinang menuju arah Tanjunguban. Tiba di lintasan Tembeling, mantan Kabid di Sekwan DPRD Kepri itu mendadak hilang kendali berkendara. Dalam keadaan itu, ban depan mobilnya terselip dan seketika sang pengemudi membantingkan stir kemudi ke kiri jalan.

pantauan di TKP Mobil pun terbalik dan menerobos masuk semak semak. Beruntung Kakansatpol Bintan itu tak mengalami luka serius. Korban selamat kecelakaan tunggal.

  1. Kamis (11/1/2018 ) sebelum jembatan Kangboy kecelakaan lalu lintas di Bintan menewaskan Ibnu Farhan, pegawai protokoler Pemkab Bintan. Kecelakaan maut itu melibatkan dua kendaraan roda empat, yakni antara Toyota Rush hitam berplat BP 151 B yang dikemudikan Ibnu Farhan (23), dengan Toyota Avanza Silver berplat BP 1504 YB yang dikemudikan Izharyo Nasriza.

Kecelakaan itu membuat nyawa Ibnu Farhan tak tertolong, karena ia mengalami pendarahan hebat pasca tabrakan. Toyota Rush yang dikemudikan Ibnu Farhan, datang dari arah Tanjungpinang hendak balik ke rumahnya di Tanjunguban.

Bahkan mesin mobil dan ban sampai melayang 10 meter di semak bakau. Bisa dibayangkan betapa kerasnya tabrakan itu, sekelas mesin mobil saja yang beratnya begitu melayang. akibat tabrakan, Ibnu Farhan mengalami pendarahan di bagian kepala belakang.

Ibnu Farhan adalah alumni IPDN Jatinangor Tahun 2017. baru 3 bulan mengabdi diBintan tewas mengenaskan. Ibnu Farhan menjalani ikatan dinas program Kemendagri dan dapat tugas di bagian protokoler Setkab Bintan.

  1. Minggu (13/5/2018 ) di hari libur mobil berplat Merah BP 1168 B yang dikendarai Camat Teluk Sebong Sri Heny Utami menabrak pengendara motor yamaha Vixion Bernopol BP 5034 BO tewas mengenaskan.

Korban bernama Yuli Yusra (36 ) kondisinya luka parah disekujur tubuhnya. kaki putus di IGD RSUP Kepri  dan motor ringset masuk ke semak-semak. sedangkan mobil pejabat Bintan tersebut ban mengalami pecah sebelah kanan dan buper rusak.

Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Jalan Cendrawasih Raya, Tanjung Permai, Seri Kuala Lobam, Bintan. lalu korban di kuburkan dikampung halama Padang Sumatra Barat.

Sejumlah tabrakan maut di jalur lintas barat berujung dengan kondisi korban mengenaskan. Namun kasus tersebut jarang sampai ke Pengadilan Negari Tanjungpinang. Akankah kasus  Camat  Teluk Sebong Sri Heny Utami lanjut hingga ke kursi pesakitan PN Tanjungpinang atau hanya berakhir dengan mediasi kekeluargaan seperti kasus sebelumnya..?

Sementara studi kasus hukum di Indonesia seperti anak pejabat dan musisi Ahmad Dhani Qodir Jaelani atau Dul mengalami kecelakaan di Tol Jagorawi kilometer 8. Dul memaksakan diri berkendara dalam keadaan kantuk. Dampaknya dia tak dapat mengendalikan mobilnya sehingga menabrak pagar pemisah sekaligus masuk jalur berlawanan.

Mobil Dul menghantam dua mobil, yaitu Gran Max B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ yang memakan enam orang tewas dan sembilan orang luka-luka. Dul selamat hukuman penjara karena masih dibawah umur.

Kejadian naas juga menerpa putra Mantan Menko Ekonomi Hatta Rajasa M Rasyid Amirullah. dalam keadaan ngantuk mengendarai mobil BMW miliknya dengan kecepatan tinggi dari arah jakarta menuju Bogor. Akibatnya pada kilometer 3,5 mobil tersebut menabrak belakang mobil Luxio. Dalam kecelakaan tersebut memakan dua korban tewas dan tiga korban luka-luka ringan.

Dalam dua kasus tersebut berakhir dipersidangan putusan majelis hakim terbukti melanggar dua pasal, yakni Pasal 310 Ayat (2) dan Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009. Adapun dua pasal itu berisi bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas dengan korban luka ringan dan kerusakan serta mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Kelalaian yang dialami terdakwa menyebabkan terjadinya kecelakaan. Terdakwa telah terbukti melakukan kesalahan atas pasal primer atau subsider anak Hatta Rajasa dihukum 6 bulan percobaan dengan hukuman pidana 5 bulan atas kasus kecelakaan maut di Tol Jagorawi pada januari 2014.( Pit/ Net )