Satpol PP Bintan Segel Tower Ilegal Milik PT Protelindo

BINTAN, GURINDAM TV — Tim Satpol PP Bintan melakukan penyegelan pembangunan tower ilegal di kelurahan Sei Lekop Kijang Bintan Timur.

Penyegelan yang dilakukan penyidik PPNS dan satpol PP tersebut pasalnya PT. Protelindo tidak memiliki izin lengkap.

” PT Protelindo seenaknya membangun tower diwilayahnya hukum kami. Dia hanya memiliki sebatas surat Keterangan Persetujuan pembangunan dari Camat Bintan Timur dan Lurah Sei lekop. Sehingga dengan demikian pembangunan tower ini akan kami Segel sampai pihak perusahaan melengkapi dokumen perizinannya” Ungkap Insan Amin, SE, MH Kasat Pol PP Bintan melalui Kabid Penegakan Perda Ali Bazar, Jumat (10/8/2018).

Pembangunan tower ilegal yang sudah mencapai ketinggian lebih 50 meter pengerjaannya dan hampir rampung tersebut dibangun diatas laman milik PT GAS.

Sukiyadi PPNS Bintan menambahkan, Kami selaku Tim penegak perda akan terus menertibkan tower-tower ilegal diwilayah hukum Bintan. Mereka pemilik tower telah menyalahi aturan dan telah Melanggar Perda No. 5 tahun 2011 tentang Retribusi Perizinan Tertentu, Perda No. 1 tahun 2011 tentang Pajak daerah, Perda No 1 tahun 2013 tentang Bangunan Gedung; dan Perda No. 2 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum.

Terungkapnya kasus pembangunan tower ilegal di Kelurahan Sei Lekop Kijang Bintan Timur berkat informasi masyarakat. Apalagi pihak PT Protelindo tidak mengantongi izin HO dari warga setempat dan Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ).

Sementara itu agar tidak terjadi yang diinginkan. Pihak Satpol PP Bintan berkordinasi dengan PLN Kijang untuk segera memutuskan aliran listrik ke tower ilegal tersebut.

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi kenapa PT Protelindo nekat membangun tower tanpa izin IMB yang hampir rampung 95 persen.

Pihak Satpol PP menegaskan pemilik tower mematuhi aturan pemerintah Kabupaten Bintan dan menghentikan pekerjaan sampai dokumen perizinan dikeluarkan. ( Pit/ Ril)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *