Seribuan Pelari Berpacu di Maraton Lintas Gunung Bromo, Peserta Malaysia Paling Banyak

PASURUAN, GURINDAM TV — Lomba maraton melintasi wilayah gunung Bromo digelar besok. Lebih dari seribuan pelari, termasuk dari luar negeri, mengikuti ajang kejuaraan olahraga yang dipadukan dengan promosi wisata tersebut.

Ketua Event Organizing Pasuruan Bromo Marathon 2018 Sutiono Gelanesia mengatakan pada gelaran tahunan kali ini lomba tersebut diikuti lebih dari 1500 pelari untuk tiga kategori.

“Ada pelari dari Inggris, Kanada dan paling banyak Malaysia juga bakal turut serta,” kata Sutiono saat ditemui di Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (22/9/2018).

Sutiono mengatakan tahun ini adalah gelaran keenam dari lomba yang rutin digelar saban tahun tersebut. Kali ini, katanya, lomba dibagi menjadi tiga kategori sesuai jarak tempuh yakni 10K, 21K dan 42K. Total hadiahnya Rp40 Juta.

Sutiono mengatakan Pasuruan Bromo Marathon kali ini menawarkan rute-rute yang lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Yang menarik adalah rutenya kita buat menantang, melewati tanjakan-tanjakan, bukit-bukit, karena itu permintaan dari para peserta tahun-tahun sebelumnya agar dibuat lebih menantang,” kata dia.

Sutiono lalu menerangkan rute-rute nan menantang itu turut dikombinasikan dengan keadaan wilayah berbukit di sekitar Bromo. Terdapat setidaknya lembah dengan ketinggian yang berbeda-beda dari 1.900 hingga 2.400 meter diatas permukaan laut (mdpl).

“Jadi memang medannya naik turun bukit juga,” kata dia.

Selain itu, sambungnya, ajang Maraton ini turut memberikan keanekaragaman medan jalan yang menantang dikombinasikan dengan kesakralan desa-desa di sekitar Bromo yang mayoritas dihuni suku Tengger. Ia mengatakan setidaknya setengah rute jalan yang beraspal dan setengahnya lagi hanya jalan setapak.

“[Lomba] ini sekaligus sebagai rangkaian agenda peringatan HUT Kabupaten Pasuruan yang jatuh pada 18 September,” kata Sutiono di Hotel Plataran, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu (22/9).

Di tempat yang sama, CEO Plataran Hotel, Pasuruan yang ikut memfasilitasi ajang maraton tersebut, Yozua Makes mengatakan mereka berharap lewat kejuaraan tersebut bisa mempromosikan potensi wisata lain di sekitar Gunung Bromo.

“Jadi Bromo itu bukan hanya lihat [puncak gunung] Bromo, tapi lihat kegembiraan. Ada festival band, ada juga wisata budaya suku Tengger, dan wisata alam lain masih banyak disini,” tutur Yozua.

Sementara itu, jika masih ada yang berminat menjadi peserta Pasuruan Bromo Marathon 2018, panitia pun masih membuka kesempatan mendaftar lewat situs resmi ajang olahraga ini di www.bromomarathon.com. Atau daftar di tempat di garis start sebelum lomba maraton dimulai pada pukul 06.00 WIB. Garis start berada di desa yang sebagian besar penduduknya merupakan suku Tengger yakni desa Tosari, Pasuruan. Dari desa yang berada di ketinggian sekitar 1.700 mdpl itu peserta akan memutar dan mengelilingi beberapa desa di Gunung Bromo. ( CNN Indonesia/ Red )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *