TAK BAYAR PAJAK GELPER TETAP BEROPERASI, NEGARA RUGI.

TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV— Gelper itulah sebutannya, permainan mesin ketangkasan bermodus judi ini sudah tak asing lagi didengar di Kota Tanjungpinang Kepri.

Gelper sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan untuk daerah. Namun sayangnya, terindikasi judi berkedok mesin ketangkasan yang disulap sedemikian rupa.

Setelah beberapa bulan tutup, kini Gelper dibuka kembali di tengah masyarakat. Judi mesin ketangkasan atau yang sering disebut mesin jackpot ini disambut baik para pekerja musiman, pemain mesin Gelper menunggu durian runtuh bulanan.

Gelper di Kota Melayu Tanjungpinang ini entah apalagi izin yang mereka pergunakan sehingga bisa bebas beroperasi. Apakah menggunakan ijin usaha permainan anak-anak, seperti sebelumnya?

Seperti yang pernah kita telusuri, di tempat Gelper tidak dijumpai anak-anak bermain mesin ketangkasan (mesin jackpot) dengan mengeluarkan duit ratusan hingga jutaan rupiah untuk membeli tiket mesin ketangkasan.

Andai ada anak yang bermain dengan mengeluarkan uang jutaan rupiah, bagaimana dengan orang tuanya. Setajir apa orangtuanya hingga memperbolehkan anaknya membawa uang jutaan rupiah unuk bermain. Kita ketahui, yang dimaksud anak-anak tentunya usia anak yang masih membutuhkan bermain. Jika usia diatas 20 tahun itu bukan anak-anak lagi, tapi kekanak-kanakan. Apalagi yang usianya 20-50 tahun…

Gelper mesin ketangkasan judi yang menjadi harapan banyak orang. Ironisnya, Negara dirugikan, pendapatan daerah kosong karena konon tidak ada pajaknya. Dan hebatnya, Gelper di Kota Tanjungpinang ini tak pernah tersentuh hukum.

Sumber yang dapat dipercaya mengatakan, beberapa titik Gelper ini abang bisa mengecek langsung. Mulai dari yang jaga di depan ruko, di dalamnya hingga penukar koin dan karcis.

Pemain yang sudah banyak menang bisa menukarkan dengan uang. Ada yang koordinator di dalam bang. Harus satu pintu untuk menukar duit permainan hasil mesin ketangkasan mesin jackpot itu.” Ucap sumber.

Tak hanya sampai disitu, Judi Gelper ternyata ada lapak kaplingan untuk koordinator semua.

Berdasarkan investigasi, koordinator inilah yang mengkomunikasikan, mengkoordinasikan hingga eksekusi. Angkanya pun variatif ke berbagai pihak.

Bisa saja pembukaan Gelper baik untuk semua lapisan masyarakat. Jika memang sesuai ijin dan bisa menjadi lapangan kerja. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang lesu di Ibu Kota Provinsi Kepri.

Namun miris, semua diduga ilegal, tak ada pajak resmi. Namun semua seakan bungkam terkesan tutup mata tutup telinga. Ada apa gerangan? Padahal semua itu bisa dilihat orang awam, apalagi pejabat dan aparat. ( Red )

Latest articles

Ansar Punya Mimpi Desa di Kepri Berorientasi Kota

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Calon Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad SE MM sangat berharap seluruh desa di Kepri punya penataan lingkungan seperti daerah perkotaan....

Pandang Sayang di Pulau Tulang

Oleh : Suyono Ketika speed yang membawa kami merapat ke dermaga, angin sejuk pantai menyapa lembut. Hamparan pasir putih melambai dengan kilaunya laksana mutiara yang...

Abdul Azis: Saya Lihat Pak Ansar Datang Dengan Aura Yang Cerah

KARIMUN, GURINDAM.TV -- Setelah kampanye dan sosialisasi Pilgub 2020 di Sungai Lekam Barat dan Bukit Senang, hari ini Minggu (25/10) siang, Calon Gubernur Kepri...

Kyai Syukri Zarkasyi dan Doa Mustajab

Oleh: Heppy Trenggono Sholat Jumat di masjid Al Anwar Mampang Prapatan XII, Jakarta Selatan hari ini istimewa. Hampir seluruh jemaah melakukan sholat ghaib untuk kyai...

Related articles

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here