JEPARA, GURINDAM.TV — Di tengah semarak Festival Lomban Jepara yang identik dengan tradisi laut, suasana berbeda justru terasa hangat di sebuah ruang pameran ukir di Jepara. Bukan debur ombak yang mendominasi, melainkan ketenangan yang lahir dari setiap pahatan kayu yang sarat makna. Juga alunan palu sejumlah pengukir Perempuan dan laki-laki yang sedang memeragakan ketrampilannya.
Pameran di galeri carving ukir khas Jepara di kawasan Pantai Kartini berkolaborasi dengan Graft & Craft Gallery SMKN 2 Jepara ini sebagai bentuk peran serta dalam perayaan Festival Lomban Jepara.
Pameran tersebut menghadirkan berbagai karya ukiran maupun karya seni khas pengrajin lokal dan siswa SMKN 2 Jepara. Tujuan dari pameran tersebut yaitu sebagai upaya memeriahkan tradisi tahunan sekaligus melestarikan warisan budaya daerah melalui pameran terbuka bagi masyarakat dan pengunjung pada Sabtu, ( 28/3/2026 ).
Nampak di Jepara Wood Carving dipenuhi pengunjung yang datang silih berganti. Setiap sudut ruangan memamerkan karya ukiran dengan motif khas Jepara hingga pajangan pajangan dengan ornamen klasik hasil olah tangan para pengrajin lokal dan siswa SMKN 2 Jepara.

( Foto : Sebagian pengukir Jepara yang berada di Jepara Wood Carving di Pantai Kartini Jepara )
Juga nampak sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di geleri tersebut diantaranya Kepala BPKAD Hasanudin Hermawan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Anjar Jambori Widodo, Staf Ahli Bupati Bidang SDM Sri Dono Parminto. Mereka nampak serius berbincang tentang upaya pelestarian dan pengembangan budaya dan pariwisata Jepara dengan Ketua Yayasan Peluk Hadi Priyanto.
“Saya kagum, ternyata prosesnya tidak sederhana. Butuh ketelatenan tinggi untuk menghasilkan ukiran seindah ini,” ucap Zaki salah satu pengunjung galeri.
Bagi banyak pengunjung, pameran ini menjadi ruang baru untuk memahami bahwa ukiran bukan sekadar kerajinan, melainkan warisan budaya yang bernilai tinggi.
Tak hanya memamerkan hasil, pameran ini juga membuka ruang interaksi. Pengrajin dengan ramah menjelaskan proses pengerjaan, mulai dari pemilihan kayu hingga tahap finishing. Beberapa pengunjung bahkan mencoba mengukir secara langsung, merasakan sendiri bagaimana sulitnya menciptakan detail sebuah karya ukiran.

( Foto : Para pengukir yang tergabung dalam Paguyuban Kartini Jepara bersama staf Craft and Craft Galery SMKN 2 Jepara )
Di antara gegap gempita lomban yang sarat nilai tradisi, pameran ini hadir sebagai penyeimbang dalam mengajak masyarakat untuk tidak hanya merayakan, tetapi juga memahami dan menjaga identitas daerahnya. Ukiran Jepara, dengan segala kehalusan dan filosofi yang terkandung di dalamnya, menjadi bukti bahwa budaya lokal memiliki daya tarik yang tak kalah kuat.
Sulistyani sebagai salah satu anggota paguyuban pelestari ukir jepara menyampaikan harapannya agar ukiran jepara bisa dikenal oleh dunia bahkan diakui oleh Unesco,
“Kami ingin ukiran Jepara semakin dikenal luas, tidak hanya oleh wisatawan, tetapi juga oleh generasi muda sebagai pewaris budaya, dan kami sangat berharap ukiran jepara dapat dikenal mancanegara bahkan diakui oleh Unesco” ungkapnya. (*)


No comment