Pimpinan Lembaga Aras Gereja se-Kepri Murka: Usut Tuntas PSW Gagal ke Manokwari & Evaluasi Kepengurusan LPPD Kepri


BATAM, GURINDAM.TV — Pimpinan persekutuan gereja di Provinsi Kepulauan Riau ikut merespons ‘peristiwa’ yang dialami Paduan Suara Wanita (PSW) Pesparawi Kepulauan Riau. Tidak sekadar prihatin, para pimpinan dan pengurus persekutuan gereja juga mengecam tindakan oknum yang menyebabkan 27 anggota kontingen PSW tersebut gagal berlaga di Lomba Paduan Suara Pesparawi di Manokwari, Papua Barat.

Kejadian yang viral di berbagai media sosial selama empat hari terakhir, tak pelak memantik kekecewaan para pimpinan persekutuan gereja, seperti: PGI (Persekutuan Gereja Indonesia), PGPI (Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta  Indonesia), PGLII (Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia), PBI (Persekutuan Baptis Indonesia), dan GMAHK (Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh).

Mereka menyatakan kekecawaan mendalam atas kejadian yang dialami rombongan PSW Kepri, di mana mereka mendapat ‘tiket bodong’ dari salah satu travel yang mengakibatkan kontingen Kepri tersebut terlantar di Bandara Sukarno Hatta, Tangerang.

“Kami menyampaikan rasa keprihatinan dan sangat menyayangkan peristiwa yang viral ini terjadi dan tidak adanya kesiapan serta antisipasi dari pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap keikutsertaan PSW Kepri di Manokwari, Papua Barat,” bunti pernyataan sikap para pimpinan persekutuan gereja se-Kepri, Selasa (30/6).

“Mengapa tidak dipersiapkan dan diantisipasi jauh hari sebelumnya. Kami prihatian dan menyayangkan kejadian ini, karena tiket yang diberikan hanya bentuk bookingan dan dinyatakan belum terbayar oleh pihak maskapai pada saat di chek in. Kejadian ini sangat memalukan,” tulis pimpinan persekutuan gereja lagi.

Merespons kejadian yang dialami peserta Paduan Suara Wanita (PSW) Pesparawi Kepri, pimpinan Lembaga Aras Gereja Nasional Propinsi Kepulauan Riau menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Memberi dukungan moril kepada peserta paduan suara Wanita (PSW) yang telah berjuang dengan segala kemampuan untuk memberi yang terbaik namun, pada akhirnya mengalami kekecewaan bahkan tekanan psikologis karena tak bisa sampai di lokasi perlombaan tingkat nasional.

Oleh karenanya pimpinan Lembaga Aras Gereja Kepri memberi dukungan kepada peserta PSW yang mengalami kekecewaan dalam hal pemulihan haknya dari pihak-pihak yang bertanggungjawab.

AcaraBudaya Kepri

2. Menyampaikan rasa keprihatinan dan sangat menyayangkan peristiwa yang viral ini terjadi dan tidak adanya kesiapan serta antisipasi dari pihak yang bertanggungjawab, sehingga pimpinan lembaga aras gereja merasa perlu bertemu dengan pihak LPPD Kepri dan panitia keberangkatan guna menyelesaikan sampai tuntas dan mengevaluasi secara menyeluruh kepengurusan LPPD Kepri ke depan, baik tingkat Kota/Kabupaten hingga Provinsi, sebagai langkah antisipativ supaya tidak terulang masa akan datang.

3. Meminta kepada aparat penegak hukum (Kepolisian dan Kejaksaan) dan pihak terkait untuk segera bertindak mengusut tuntas peristiwa memalukan ini
(merugikan nama baik gereja serta nama baik Propinsi Kepulauan Riau), sehingga perlu ada pertanggungjawaban moral dan pertanggungjawaban hukum dari pihak atau oknum tertentu yang mengakibatkan terjadinya peritiwa dimaksud.

4. Meminta kepada seluruh warga gereja yang ada di Kepulauan Riau yang mendiskusikan dan menyikapi peristiwa ini di berbagai tempat atau platform termasuk di grup media sosial seperti whatsapp, fb dan instagram, dan medsos lainya, untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, menjaga kedamaian dan persaudaraan serta mengawal penyelesaian persoalan ini.

AcaraBudaya Kepri

“Kita percayakan peristiwa ini diselesaikan dengan penuh kasih persaudaraan dan tindakan hukum apabila ada norma-norma hukum yang dilanggar,” tulis para pimpinan persekutuan gereja di Kepri.

Demikian surat pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai rasa tanggungjawab dan keprihatinan atas peristiwa dimaksud di atas. Kita akan terus doakan dan mencarikan jalan keluar terbaik, sehingga pada akhirnya nama Tuhan dipermuliakan.

Batam, 29 Juni 2026
Pimpinan Lembaga Aras Gereja Nasional
Tingkat Provinsi Kepulauan Riau

Pdt. Ronald Octavian Rampala, S.Th
Ketum PGI Wilayah Kepri

Pdt. Minto Widodo, S.Th
Ketua PBI Kepri

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *