BINTAN, GURINDAM.TV — Berkembangnya ekspor ayam hidup dari Bintan Kepulauan Riau ke Negara Singapura, rencanannya Regent Group menggandeng Japfa membangun dermaga khusus di kawasan Bintan Industrial Estate (BIE), Lobam, Kabupaten Bintan.
Dermaga tersebut disiapkan untuk mendukung aktivitas ekspor ayam hidup ke Singapura.
Country Manager Regent Group di Bintan, Meriwati mengatakan, pembangunan dermaga merupakan kerja sama Regent Group dan Japfa. Nantinya, fasilitas tersebut akan digunakan Japfa untuk aktivitas ekspor.
“Pembangunan dermaga ini kerja sama Regent dan Japfa, sedangkan penggunanya nanti Japfa,” ujar Meriwati usai peletakan batu pertama pembangunan dermaga di kawasan BIE, Selasa kemarin (22/9/2026).
Menurut Meriwati, BIE dipilih sebagai lokasi dermaga karena merupakan kawasan industri terpadu yang memiliki fasilitas pendukung serta kemudahan dari sisi perizinan.
Selain itu, lokasi BIE dinilai dapat memangkas waktu tempuh pengiriman ayam hidup menuju Singapura. Perjalanan dari Lobam diperkirakan sekitar delapan jam, lebih singkat dibandingkan pengiriman melalui Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang, yang membutuhkan waktu sekitar 11 hingga 12 jam.
“Sebelumnya kapal dari Tanjungpinang berangkat jam 5 atau 6 sore. Kalau dari pelabuhan di Lobam kita bisa berangkat jam 8 malam, jadi lebih aman di perjalanan,” katanya dikutip dari Batampos.
Kondisi perairan di kawasan BIE Lobam juga menjadi pertimbangan. Menurut Meriwati, perairan di lokasi tersebut relatif lebih dalam sehingga aktivitas kapal tidak terlalu bergantung pada kondisi pasang surut.
“Perairannya lebih dalam sehingga kapal bisa masuk kapan saja,” ujarnya.
Selain waktu tempuh yang lebih singkat, rute dari dermaga BIE Lobam disebut sesuai dengan permintaan Singapore Food Agency (SFA) di Singapura.
Menurut Meriwati, BIE dipilih sebagai lokasi dermaga karena merupakan kawasan industri terpadu yang memiliki fasilitas pendukung serta kemudahan dari sisi perizinan.
Selain itu, lokasi BIE dinilai dapat memangkas waktu tempuh pengiriman ayam hidup menuju Singapura. Perjalanan dari Lobam diperkirakan sekitar delapan jam, lebih singkat dibandingkan pengiriman melalui Pelabuhan Sri Payung, Tanjungpinang, yang membutuhkan waktu sekitar 11 hingga 12 jam.
“Sebelumnya kapal dari Tanjungpinang berangkat jam 5 atau 6 sore. Kalau dari pelabuhan di Lobam kita bisa berangkat jam 8 malam, jadi lebih aman di perjalanan,” katanya.
Kondisi perairan di kawasan BIE Lobam juga menjadi pertimbangan. Menurut Meriwati, perairan di lokasi tersebut relatif lebih dalam sehingga aktivitas kapal tidak terlalu bergantung pada kondisi pasang surut.
“Perairannya lebih dalam sehingga kapal bisa masuk kapan saja,” ujarnya.
Selain waktu tempuh yang lebih singkat, rute dari dermaga BIE Lobam disebut sesuai dengan permintaan Singapore Food Agency (SFA) di Singapura.
Pembangunan dermaga ditargetkan rampung sesuai jadwal. Meriwati menyebut fasilitas tersebut paling lambat mulai beroperasi pada awal November 2026.
“Kalau sesuai timeline proyeknya, paling lambat awal November 2026 sudah mulai,” katanya.
Setelah beroperasi, setiap keberangkatan kapal dari BIE Lobam direncanakan membawa enam kontainer berisi ayam hidup menuju Singapura.
Frekuensi pengiriman direncanakan satu kali dalam sepekan atau sekitar empat kali dalam sebulan.
Sebagainana diketahui, Japfa Group di Bintan, Satu-satunya ekspor Ayam Hidup di dunia saat ini tujuan Singapura. (*)


No comment