JAKARTA, GURINDAM.TV — Meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membombardir Iran. Trump mengaku telah menghancurkan tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Ia menyebut serangan tersebut sebagai keberhasilan militer Amerika Serikat.
Sementara itu, Iran tidak henti-hentinya menyerang Israel sejak 13 Juni yang lalu. Mengutip dari reuters.com, jika Pasukan Garda Revolusi Iran telah menembakkan 40 rudal ke Israel semalam.
Iran memperingatkan akan lebih banyak lagi rudal yang dikirimkan ke Tel Aviv. mereka mengatakan jika belum sepenuhnya menjalankan kemampuan mereka. Simak ulasannya sebagai berikut.
Iran Bombardir Tel Aviv

Iran berulang kali telah menargetkan Tel Aviv, pusat bisnis dan ekonomi Israel, sebagai target serangan mereka. Tel Aviv adalah rumah bagi 4 juta orang dan beberapa lokasi militer yang penting bagi negara tersebut.
Jutaan orang yang menghuni Israel mengalami ketakutan yang luar biasa. Mereka beberapa kali mendengar sirine serangan udara dan membuat mereka harus berlindung dari serangan tersebut.
“Tidak mudah untuk tinggal di Israel sekarang (saat ini), tetapi kami sangat kuat. Kami tahu bahwa kami akan menang,” seorang warga Tel Aviv, Aviad Chernovsky, 40 tahun.
Tidak tercatat secara jelas berapa banyak rudal yang dikirimkan Iran ke Tel Aviv. Namun, Kementerian Kesehatan Israel mengatakan 86 orang terluka pada Minggu pagi, sebagian besar mengalami luka ringan.
AS Bombardir Situs Nuklir Iran
Pada Minggu (22/6), Donald Trump mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan ke situs nuklir milik Iran. Hal itu secara jelas juga diungkapkan oleh Trump melalui akun X pribadinya. Trump mengatakan jika ia telah sukses menyerang 3 lokasi nuklir Iran.
“Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan,” tulis Trump.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memberi selamat kepada Trump atas serangan tersebut. Netanyahu menilai bahwa serangan itu adalah keputusan yang berani.
Pengawas nuklir PBB mengatakan tidak ada peningkatan tingkat radiasi di luar situs yang dilaporkan setelah serangan AS. Sementara itu, sumber senior Iran mengatakan jika sebagian besar uranium tinggi di Fordow telah dipindahkan ke tempat lain sebelum serangan AS.(Med/Red )


No comment