JAKARTA, GURINDAM.TV — Badan Keamanan Nasional (FBI) Pusat Kejahatan Siber Departemen Pertahanan (DC3) dan sayap pertahanan keamanan siber sipil Departemen Keamanan Dalam Negeri mewaspadai ancaman para hacker yang berafiliasi dengan Iran.
Melansir dari The Jerusalem Post, para peretas menargetkan perusahaan-perusahaan AS dan operator infrastruktur penting, khususnya organisasi pertahanan yang memiliki saham atau hubungan dengan perusahaan riset dan pertahanan Israel, menurut sebuah nasihat dari pejabat pemerintah AS pada hari Senin.
Dalam sebuah pernyataan, FBI memberikan peringatan meskipun sejauh ini tidak ada indikasi adanya kampanye siber jahat yang terkoordinasi terkait Iran, organisasi-organisasi harus memastikan pertahanan mereka mutakhir.
“Meskipun gencatan senjata telah dideklarasikan dan negosiasi yang sedang berlangsung menuju solusi permanen, aktor siber yang berafiliasi dengan Iran dan kelompok-kelompok hacktivist mungkin masih melakukan aktivitas siber jahat,” kata lembaga-lembaga tersebut dalam nasihat tersebut.
Serangan Hacker Iran jadi Ancaman
Peneliti dan pembela keamanan siber di Israel dan AS sejauh ini telah melihat sedikit aktivitas siber yang berhubungan dengan Iran setelah perang yang dilancarkan Israel pada tanggal 13 Juni, diikuti oleh serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada tanggal 22 Juni.
Para hacker tersebut mengeksploitasi kerentanan dalam perangkat lunak yang sudah ketinggalan zaman.
Disebut-sebut, aktivitas mereka sengaja didanai oleh pemerintah Iran dengan menyerang sistem yang sudah jadul dan membahayakan akun serta perangkat yang terhubung ke internet yang menggunakan kata sandi bawaan atau lemah.
Selain itu, para hacker bekerja sama dengan operator ransomware untuk mengenkripsi, mencuri, dan membocorkan informasi sensitif, kata badan tersebut pada hari Senin.
Serangan tersebut ternyata sudah pernah terjadi tepatnya pada bulan November 2023. Hacker yang disebut pemerintah AS berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, meretas peralatan yang terletak di sistem pengolahan air dan air limbah di beberapa negara bagian.
Serangan tersebut menargetkan perangkat buatan Israel dan terjadi tak lama setelah serangan Hamas pada bulan Oktober 2023 di Israel.(Med )


No comment