Viral Pemain Ketoprak Meninggal Diatas  Panggung, Ini Penjelasan Polisi Bantul


BANTUL, GURINDAM.TV — Sebuah video yang memperlihatkan pemain ketoprak tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia saat tampil di atas panggung di Bantul sempat viral di media sosial.

Polres Bantul membenarkan adanya kejadian yang mengagetkan banyak orang tersebut.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaksan, peristiwa itu terjadi saat pentas seni ketoprak dalam rangka perayaan Agustusan di halaman rumah warga di Dusun Petung RT 03, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 00.00 WIB.

“Pemain ketoprak bernama Sarjiyono alias Mbetut (62) meninggal dunia setelah tiba-tiba jatuh saat tampil,” ujar Rita Jumat 21 Agustus 2026.

Menurutnya, korban Mbetut tersebut merupakan warga Ngrame RT 02, Tamantirto, Kasihan, Bantul.

“Benar, telah terjadi orang meninggal dunia saat pentas seni ketoprak dalam rangka Agustusan di Dusun Petung, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul,” kata Rita.

Saat kejadian, korban tengah mengikuti pentas ketoprak Karya Budaya dengan lakon “Ontran-Ontran Kademangan Dadapan”. Dalam pertunjukan tersebut, korban berperan sebagai panjak.

Rita menjelaskan, korban awalnya masih mengikuti jalannya pertunjukan seperti biasa. Namun, saat korban melakukan adegan gandrung dengan memeluk lawan mainnya, tiba-tiba korban jatuh tertelungkup di atas panggung.

“Ketika sedang berakting gandrung memeluk lawan main, korban tiba-tiba jatuh tertelungkup,” ujarnya.

Awalnya, lawan main korban mengira kejadian tersebut merupakan bagian dari adegan dalam pertunjukan. Akan tetapi, setelah ditunggu beberapa saat, korban tidak kunjung bangun.

“Lawan mainnya sempat mengira korban sedang berakting. Setelah dicoba dibangunkan, ternyata korban tidak memberikan respons dan diketahui sudah tidak sadarkan diri,” jelas Rita.

Selanjutnya, saksi bersama sejumlah kru sound system langsung mendatangi korban yang masih tergeletak di atas panggung. Korban kemudian dibawa menggunakan mobil menuju PKU Muhammadiyah Gamping untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sesampainya di rumah sakit, korban mendapatkan penanganan di unit gawat darurat. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan perawatan, korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 00.34 WIB.

“Berdasarkan pemeriksaan dokter PKU Muhammadiyah Gamping, Dr Huma Laila Ramadani, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban,” kata Rita.

Menurut hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat henti jantung. Selain itu, pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat penyakit jantung.

“Korban dinyatakan meninggal dunia karena henti jantung. Dari keterangan keluarga, korban juga memiliki riwayat jantung,” imbuhnya.

Setelah mendapat penjelasan dari pihak rumah sakit dan kepolisian, keluarga korban menerima kejadian tersebut. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di Dusun Ngrame, Tamantirto, Kasihan.

Istri korban, Siti Rokanah, bersama keluarga juga datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar mengenai kejadian tersebut. Selanjutnya, jenazah dibawa pulang untuk dimakamkan.

Rita menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya indikasi kekerasan maupun penganiayaan dalam peristiwa tersebut.

“Jadi, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Kejadian tersebut merupakan peristiwa meninggal dunia secara medis akibat henti jantung,” pungkasnya. ( Aulia/ Pit )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *