Di Balik Botol Bekas, Ada Doa Seorang Nenek


TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV —  Setiap subuh, ketika sebagian orang masih terlelap dalam tidur, seorang nenek berusia sekitar 70 tahun lebih sudah menyusuri jalanan di kawasan Bakar Batu, Tanjungpinang.

Dengan langkah yang tak lagi sekuat dulu, ia memungut satu demi satu botol bekas yang ditemukan di sepanjang jalan.

Pekerjaan itu ia jalani setiap pagi. Bukan karena ingin, tetapi karena hidup menuntutnya untuk terus berjuang.

Usai mengumpulkan botol, sang nenek tampak duduk beristirahat di depan sebuah ruko. Wajahnya terlihat lelah. Namun, di balik lelah itu, tersimpan kisah kehidupan yang tidak mudah.

Saat ditanya tentang keluarganya, nenek yang disapa Hapsah ini sempat terdiam dan sedih.

Ia mengatakan hanya memiliki seorang anak dan beberapa cucu. Namun, ada luka yang masih membekas dihatinya hingga hari ini.

Sekitar sepuluh tahun lalu, anaknya Laki-laki meninggal dunia “Misterius” di kawasan Rimba Jaya, Tanjungpinang Kepuluan Riau.

Kehilangan itu menjadi bagian dari kesedihan yang harus ia bawa dalam menjalani hari-harinya.

Kini, di usia senja, ia tetap berusaha bertahan. Setiap botol yang dikumpulkannya menjadi bagian dari rezeki untuk menyambung kehidupan.

Namun pagi itu, ada sesuatu yang membuat hatinya tersentuh.

Ia tidak menyangka masih ada orang yang mau berhenti, berbagi sedikit rezeki dan menunjukkan kepedulian kepadanya.

Bagi kita, mungkin jumlahnya tidak seberapa.

Tetapi bagi seorang nenek yang setiap subuh harus berjalan memungut botol, perhatian kecil itu bisa terasa begitu besar.

Dengan mata yang berkaca-kaca, ia justru tidak banyak meminta.

Ia hanya mendoakan orang yang telah membantunya agar selalu diberi kesehatan, dilancarkan rezekinya dan dimudahkan segala urusannya.

Bahkan, ada satu doa yang begitu sederhana namun dalam. Semoga suatu hari nanti, ia bisa menunaikan ibadah haji.

Sebuah impian yang mungkin terasa jauh, tetapi tetap ia simpan dalam hati.

Kalau teman-teman ingin ikut membantu nenek ini, bantuan tidak harus besar.

Kita bisa membantu dengan memberikan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur dan makanan, atau memberikan uang tunai secukupnya untuk kebutuhan hariannya.

Bagi yang berada di Tanjungpinang dan ingin bertemu langsung, bisa membantu dengan menyambangi nenek ini saat ia berada di sekitar Jalan Bakar Batu pada pagi hari, tentunya dengan tetap menjaga kenyamanan dan privasinya.

Jika ada yang ingin membantu lebih jauh, mari kita bantu secara bersama-sama untuk memastikan kebutuhan hariannya terpenuhi, bukan hanya sekali, tetapi secara berkelanjutan.

Dan bagi yang belum mampu membantu secara materi, membagikan kisah ini kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mungkin bisa membantu juga merupakan bentuk kepedulian.

Kita tidak pernah tahu, mungkin bantuan kecil dari kita hari ini bisa menjadi alasan seorang nenek tersenyum dan merasa bahwa dirinya tidak sendirian.

Ia mengumpulkan botol untuk menyambung hidup. Tetapi yang ia berikan kepada orang lain adalah sesuatu yang jauh lebih berharga:

DOA

Semoga setiap langkah kecil nenek ini dimudahkan.

Semoga rezekinya dilapangkan.

Semoga selalu diberi kesehatan.

Dan semoga suatu hari nanti, doa tentang tanah suci itu benar-benar menjadi kenyataan.

Mari kita bantu sesuai kemampuan. Sedikit bagi kita, mungkin sangat berarti bagi beliau. ( Aji/Pit )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *