JAKARTA, GURINDAM.TV — Bloomberg kembali mengeluarkan daftar miliarder dunia melalui Bloomberg Billionaires Index yang diperbarui pada 23 Mei 2026. Daftar ini mengalami pembaruan setiap hari sejalan dengan fluktuasi pasar dan perubahan nilai aset yang dimiliki oleh para miliarder di seluruh dunia.
Bloomberg Billionaires Index menyajikan pemeringkatan harian orang-orang terkaya berdasarkan berbagai komponen aset, termasuk kepemilikan saham, bisnis, dan investasi lainnya yang dimiliki oleh masing-masing individu. Proses perhitungan kekayaan ini dilakukan setelah penutupan perdagangan di New York.
Dalam pembaruan terbaru, sejumlah pengusaha dari Indonesia masih menduduki posisi penting di jajaran miliarder dunia. Sektor komoditas, energi, teknologi, serta bisnis terdiversifikasi menjadi sumber utama kekayaan bagi para konglomerat di Tanah Air.
Sukanto Tanoto, pendiri grup bisnis yang berbasis di sektor komoditas, menjadi warga negara Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut. Ia tercatat memiliki kekayaan mencapai USD 23,9 miliar, yang setara dengan sekitar Rp 422 triliun, berdasarkan asumsi kurs Rp 17.698 per dolar AS.
Selanjutnya, berikut adalah daftar miliarder Indonesia menurut Bloomberg Billionaires Index per 23 Mei 2026:
Daftar Miliarder Indonesia Menurut Versi Bloomberg

(Foto : Prajogo Pangestu )
Dalam daftar miliarder Indonesia terbaru, beberapa nama menonjol dengan perubahan signifikan dalam kekayaan mereka.
1. Sukanto Tanoto
Sukanto Tanoto berada di peringkat 107 dunia dengan total kekayaan mencapai USD 23,9 miliar. Dia mengalami kenaikan harian sebesar USD 289 juta dan peningkatan sepanjang tahun sebesar USD 2,23 miliar, beroperasi di sektor komoditas.
2. Prajogo Pangestu
Prajogo Pangestu menduduki peringkat 194 dunia, memiliki total kekayaan USD 15,9 miliar. Meskipun demikian, dia mengalami penurunan harian sebesar USD 99 juta dan penurunan tahunan sebesar USD 30,2 miliar, berfokus pada sektor energi.
3. Low Tuck Kwong
Low Tuck Kwong berada di peringkat 223 dengan total kekayaan USD 14,2 miliar. Dia mengalami penurunan harian sebesar USD 593 juta dan penurunan tahunan sebesar USD 7,77 miliar, juga aktif di sektor energi.
4. Budi Hartono
Budi Hartono yang menduduki peringkat 248, memiliki total kekayaan USD 13,3 miliar. Dia mengalami penurunan harian sebesar USD 182 juta dan penurunan sepanjang tahun sebesar USD 5,99 miliar, terlibat dalam diversifikasi usaha.
5. Anthoni Salim
Anthoni Salim tercatat di peringkat 290 dengan total kekayaan USD 11,9 miliar. Dia mengalami kenaikan harian sebesar USD 116 juta meskipun mengalami penurunan tahunan sebesar USD 4,12 miliar, juga di sektor diversifikasi usaha.
6. Tahir
Tahir berada di peringkat 343 dengan total kekayaan USD 10,5 miliar, mengalami penurunan harian sebesar USD 32,8 juta dan penurunan tahunan sebesar USD 3,14 miliar, berfokus pada sektor kesehatan.
7. Otto Toto Sugiri
Otto Toto Sugiri berada di peringkat 464 dengan total kekayaan USD 8,11 miliar, mengalami kenaikan harian sebesar USD 100 juta namun penurunan tahunan sebesar USD 753 juta, beroperasi di sektor teknologi.
8. Sri Prakash Lohia
Sri Prakash Lohia menduduki peringkat 492 dengan total kekayaan USD 7,74 miliar. Dia mengalami kenaikan harian sebesar USD 22,4 juta dan peningkatan tahunan sebesar USD 1,53 miliar, terlibat dalam industri.
Secara keseluruhan, meskipun banyak miliarder Indonesia mengalami penurunan kekayaan, beberapa seperti Sukanto Tanoto dan Sri Prakash Lohia masih mencatatkan kenaikan nilai aset mereka.(Med/Red )


No comment