JAKARTA, GURINDAM.TV — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto tengah diselimuti duka mendalam. Purnawirawan sekaligus pegiat olahraga pencak silat, Mayjen TNI Purn. Eddie Marzuki Nalapraya baru saja menghembuskan napas terakhirnya.
Dalam keterangannya, Prabowo menuturkan jika almarhum merupakan sosok kebanggaan Indonesia. Melalui pemikiran dan tangan dinginnya, pencak silat dapat menjadi warisan budaya yang masih dilestarikan hingga kini.
Bahkan dalam sambutannya di lokasi, Prabowo menyebut Eddie Marzuki sebagai patriot sejati dan pemimpin berjiwa pejuang, sosok yang layak dikenang atas dedikasi dan keteladanannya. Berikut ulasan selengkapnya.
Presiden Prabowo Berduka
Presiden Prabowo menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Mayjen TNI Purn. Eddie Marzuki Nalapraya, baik atas nama pemerintah, masyarakat pencak silat Indonesia dan dunia, serta secara pribadi.
Saat memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, Selasa sore (13/5), Prabowo tampak berdiri di sisi mendiang, melangitkan doa hingga memberikan dukungan mendalam bagi keluarga almarhum.
Presiden Prabowo Subianto yang hadir di acara pemakaman tersebut mengungkapkan rasa kehilangannya atas kepergian tokoh penting pencak silat ini.
Almarhum disebut sebagai sosok yang berperan luar biasa bagi bangsa Indonesia, khususnya pencak silat.
“Turut berduka cita atas wafatnya tokoh pencak silat kebanggaan Indonesia, Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya, yang semasa hidupnya berperan luar biasa dalam membina dan melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa,” tulis Prabowo, demikian dikutip dari keterangan unggahan akun Instagram @presidenrepublikindonesia.
Dalam keterangannya, Prabowo berharap jika jejak penngabdiannya dapat terus hidup dalam pencak silat di masa mendatang.
Dia turut memberikan ucapan selamat jalan ke almarhum yang disebutnya sang patriot bangsa.
“Semoga jejak pengabdiannya senantiasa hidup dalam perjalanan pencak silat Indonesia dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus. Selamat jalan, patriot bangsa,” tutupnya.
Presiden Prabowo sendiri diketahui tiba di TMII sekitar pukul 15.45 WIB dengan menggunakan kendaraan Maung Garuda RI-1. Ia mengenakan pakaian safari berwarna cokelat muda dan peci hitam, menunjukkan rasa hormatnya kepada almarhum. Kedatangan Presiden disambut oleh keluarga dan beberapa pejabat kabinet, termasuk Menteri Luar Negeri dan Menteri Pemuda dan Olahraga. Suasana duka cita begitu terasa di lokasi pemakaman.

Mayjen TNI (Purn) Eddie Marzuki Nalapraya Tutup Usia
Sebelumnya, Mayjen TNI Purn Dr. (HC) H. Eddie Marzuki Nalapraya, tokoh olahraga nasional yang juga dikenal sebagai Bapak Pencak Silat Dunia dikabarkan telah meninggal dunia pada Selasa pagi pukul 09.50 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 93 tahun.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, pecinta pencak silat, dan seluruh masyarakat Indonesia. Jenazah almarhum sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, tampak disemayamkan di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah.
Lahir di Tanjung Priok, Jakarta, pada 6 Juni 1931, Eddie Marzuki Nalapraya bukan hanya seorang tokoh olahraga, tetapi juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Pengalamannya dalam Agresi Militer Belanda tahun 1947 menumbuhkan kecintaannya pada pencak silat setelah menyaksikan kemampuan bela diri para pejuang.
Kecintaan tersebut mengantarkannya pada perjalanan panjang dalam memajukan pencak silat. Ia bergabung dengan kalangan pesilat dan menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) selama lebih dari dua dekade, dari tahun 1981 hingga 2003. Kiprahnya di PB IPSI menjadi tonggak penting dalam perkembangan organisasi dan prestasi pencak silat Indonesia.
Salah satu pencapaian terbesarnya adalah perannya dalam pengakuan pencak silat sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada 12 Desember 2019. Saat itu, beliau menjabat sebagai pembina Tim Pencak Silat Road to UNESCO and Olympic (2014–2019). Hal ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja kerasnya dalam mengangkat martabat pencak silat di mata dunia.
Inisiatif dan Prestasi Internasional
Visi Eddie Marzuki Nalapraya tidak hanya terpaku pada Indonesia. Pada tahun 1980, ia mendirikan Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat), yang mempersatukan organisasi silat dari berbagai negara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Beliau terpilih sebagai Presiden Persilat pada tahun pertama pendiriannya.
Berkat inisiatifnya, pencak silat mulai dipertandingkan di SEA Games pada tahun 1987, membuka jalan bagi atlet-atlet pencak silat Indonesia untuk berkompetisi di tingkat regional. Pada tahun 2008, beliau menggagas kejuaraan pencak silat di Eropa, yang kemudian memberinya julukan “Bapak Pencak Silat Eropa” di Swiss.
Kepergian Eddie Marzuki Nalapraya merupakan kehilangan besar bagi dunia pencak silat. Namun, warisan dan perjuangannya akan selalu dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus mengembangkan dan memajukan pencak silat Indonesia di kancah internasional.(Med/Pit )


No comment