BATAM, GURINDAM TV – Pelaksanaan proyek Revitalisasi Gedung Puskesmas Sei Pancur di Kota Batam, dengan nilai anggaran mencapai Rp2,1 miliar, mengalami kendala dan berpotensi tidak selesai sesuai jadwal.
Berdasarkan rencana awal, pengerjaan yang dimulai pada 29 Juli 2025 dengan masa pelaksanaan 130 hari kalender seharusnya telah rampung pada minggu pertama Desember 2025.
Namun, pantauan di lokasi pada Sabtu, 6 Desember 2025, menunjukkan aktivitas konstruksi masih berlangsung. Peralatan dan material bangunan tampak belum tertata rapi, dengan bekas pengecoran yang masih baru.


Sejumlah pekerja terlihat masih menyelesaikan berbagai tahap pembangunan, mengindikasikan ketidakmungkinan penyelesaian tepat waktu.
Proyek yang merupakan satuan kerja Dinas Kesehatan Kota Batam ini dikerjakan oleh kontraktor PT Utomo Bangun Pratama dengan pengawasan konsultan CV Grahaditama Consultan. Kontraktor proyek beralamat di Pertokoan Tiban Mas Asri Blok E Nomor 10, Kelurahank Patam Lestari, Sekupang.

Alfin, pengawas lapangan proyek, mengemukakan alasan keterlambatan tersebut. Menurutnya, kondisi struktur tanah yang memerlukan penggunaan cerucuk (tiang pancang) serta akses jalan yang terbatas untuk masuknya alat berat seperti ekskavator menjadi penyebab utama molornya pekerjaan.
“Akses gerbang tidak bisa dilewati alat berat seperti ekskavator,” ujarnya kepada awak media.
Lebih lanjut, Alfin menyatakan bahwa meski kondisi fisik bangunan belum sepenuhnya selesai, rencana serah terima pertama tetap akan dilaksanakan pada Senin, 8 Desember 2025. Ia mengakui bahwa keterlambatan dalam proyek konstruksi adalah hal yang biasa.
“Pada serah terima nanti, untuk betul-betul bersih sesuai gambar, tentu belum. Proses pembersihan dan pengangkutan material sisa masih perlu waktu,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan kompensasi atas keterlambatan tersebut, namun belum mendapat kepastian. Alfin menambahkan bahwa mekanisme denda akibat keterlambatan telah diatur dalam perjanjian dan siap dijalankan jika diperlukan.
Kualitas Pengerjaan Dipertanyakan
Kualitas hasil pekerjaan juga menjadi perhatian, mengingat kontraktor diketahui mempekerjakan tukang pada siang dan malam untuk mengejar target. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi mutu dan standar keselamatan konstruksi.

Proyek revitalisasi ini dinantikan masyarakat untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah Sei Pancur. Namun, dengan adanya kendala dan potensi keterlambatan ini, proses pemanfaatannya oleh puskesmas kemungkinan akan ikut tertunda.
Molornya proyek revitalisasi juga berdampak pada terganggunya layanan berobat di Puskesmas Sei Pancur. Antrean pasien kerap terlihat menumpuk di ruang masuk dekat pengambilan obat dan pelayanannya menjadi makin lama.
Pantauan dilokasi proyek Senin siang ,8 Desember 2025, masih nampak pekerja, menyelesaikan proyek tersebut.( Adi )


No comment