Tahun Ajaran Baru, Siswa SMP Bawa Tas dan Kantong Kresek Besar Masuk Sekolah Rakyat


NTT, GURINDAM.TV — Sebuah langkah kecil namun penuh harapan dimulai di Sentra Efata Kupang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (14/7).Sekolah rakyat besutan Presiden Prabowo Subianto resmi dibuka.

Menjadi ruang belajar alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini sulit mengakses pendidikan layak.Suasana ceria terpancar dari wajah 100 siswa-siswi angkatan pertama Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang. Mereka baru saja lulus dari sekolah dasar (SD).

Vicky Mardion Tamones dan Fahril Dirham Wahyudin tersenyum semangat walau masih mengenakan seragam merah putih untuk masuk di SMP Sekolah Rakyat.

Vicky dan Fahril duduk di atas trotoar jalan setapak Sentra Efata Kupang sambil bercerita sesekali tertawa lebar walaupun keduanya baru saling kenal. Keduanya ditegur oleh sesama siswa, bahkan guru pendamping untuk lebih tenang.

“Sejak kemarin dia (Fahril) hanya cerita lucu saja pak. Dia selalu buat kami tertawa,” celetuk Vicky.

Seperti siswa-siswi lainnya, Vicky dan Fahril menenteng tas berisi pakaian serta barang-barang pribadi untuk mulai menetap di asrama selama tiga tahun ke depan.

Sebanyak 100 siswa dan siswi ini merupakan bagian dari angkatan pertama program pendidikan gratis dengan sistem asrama, yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Sentra Efata Kupang, Tota Oceannia Zonneveld mengatakan, pembentukan Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang dimulai sejak bulan Februari lalu. Mulai dari penyediaan gedung hingga perekrutan calon siswa dan siswi di pelosok-pelosok desa.

“Maret kami sudah mulai kerja sama dengan Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan untuk kemudian pada hari ini ini saya menyerahkan secara resmi 100 siswa Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang kepada ibu kepala sekolah,” jelasnya.

Tota Oceannia Zonneveld berharap, 100 siswa dan siswi ini bisa bertahan hingga tahun 2028 mendatang sebagai angkatan pertama Sekolah Rakyat pertama di NTT.

“Tuhan apa yang Engkau titipkan padaku jangan satu pun dari mereka hilang di tengah jalan. Jadi saya berharap 100 hari ini 14 Juli 2028 mereka tetap 100,” ujarnya.

4 Kelas 9 Asrama

Kepala Sekolah Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang, Felipine Kale menambahkan, sekolah yang dipimpinnya itu sementara bertempat di Sentra Efata Kupang, dengan jumlah kelas sebanyak empat ruangan dan asrama sebanyak sembilan unit.

Menurutnya, Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang menjadi yang pertama hadir di wilayah NTT dan menjadi salah satu dari 100 titik di seluruh Indonesia. Sehingga dia mengajak siswa-siswinya untuk berbangga.

“Saya yakin pendidikan gratis melalui Sekolah Rakyat dapat memperbaiki kualitas hidup dan merubah pola pikir masyarakat. Saya berterimakasih kepada Kepala Sentra Efata Kupang dan jajaran yang telah menghadirkan 100 siswa ini,” ungkap Felipine Kale.

Ia menegaskan, 100 siswa dan siswi Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang akan diajari guru-guru yang profesional, serta dibimbing oleh wali asuh maupun wali asrama selama 1×24 jam.

Terima Kasih Presiden

Orang tua salah satu siswa bernama Julio mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto. Karena anaknya menjadi salah satu peserta didik angkatan pertama di Sekolah Rakyat SMP 19 Kupang.

Dia berharap, ada penambahan kuota peserta didik sehingga anak-anak yang ingin bersekolah namun terkendala ekonomi orang tua, bisa merasakan program Presiden Prabowo.

“Saya berterimakasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena anak saya merupakan salah satu peserta didik di Sekolah Rakyat. Harapan kami sebagai orang tua, semoga dari 100 orang hari ini menjadi 1.000 orang ke depan,” tutupnya. (Med/Red )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *