JAKARTA, GURINDAM.TV — Head of Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, menyatakan, pihaknya telah menjadi rumah bagi jutaan pelaku UMKM tanah air.
Dalam data yang diungkapnya, TikTok tak cuma menjadi wadah UMKM. Tapi juga memberikan pelatihan kepada para kreator dan UMKM di Indonesia.
“Saat ini bisa dilihat ada lebih dari 5 juta entitas bisnis dan UMKM memanfaatkan TikTok. Ada 180 ribu kreator dan UMKM telah menerima pelatihan dari TikTok,” kata Hilmi dalam Rapat Panja Penyiaran Komisi I DPR, Selasa (15/7).
Hilmi menyebut ,kini pengguna aktif TikTok telah mencapai ratusan juta dan kreator yang berpenghasilan dari TikTok berjumlah jutaan pula.
“125 Juta pengguna aktif yang datang ke TikTok setiap bulannya, dimana ada 8 juta kreator berpenghasilan melalui fitur monetisasi TikTok. 63 Persen di antaranya berpenghasilan lebih dari upah minimum di Indonesia. 21 Juta penjual lokal seluruhnya Indonesia ada di TikTok Shop dan Tokopedia,” ungkapnya.

Sanksi Tegas
Dia menegaskan, 60 persen konten promosi di TikTok mendukung produk lokal di TikTok Shop dan Tokopedia.
Untuk keamanan, Hilmi menyebut, TikTok akan menjaga keamanan dan langsung menghapus konten apapun yang melanggar dari panduan komunitas. TikTok memastikan akan menangguhkan atau memblokir akun apabila ada pelanggaran berat termasuk juga pelanggaran berulang.
“Jika diperlukan kami juga akan melaporkan akun tersebut terhadap otoritas hukum yang terkait,” jelas Hilmi.
Hilmi menambahkan, dalam panduan komunitas TikTok, menyasar berbagai hal luas mulai dari keamanan dan keselamatan remaja, ujaran dan perilaku kebencian.
“Termasuk kekerasan seksual, penipuan dan scam, hingga privasi dan keamanan,” pungkasnya.(Med/REd )


No comment