LINGGA, GURINDAM.TV — TNI menggelar Latihan Operasi Terintegrasi 2026 di Dabo Singkep, Kepulauan Riau, Rabu (5/8), dengan menampilkan berbagai kemampuan tempur gabungan dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.
Dalam latihan tersebut, TNI AL menembakkan rudal C-705 dari kapal perang di hadapan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta para kepala staf angkatan.
Melalui akun media sosial resminya, Sjafrie menyampaikan Kementerian Pertahanan bersama TNI turut mengajak Komisi I DPR RI untuk melihat langsung kesiapan armada tempur dan sistem persenjataan strategis yang dimiliki Indonesia.
“Rudal C-705, tank, MLRS, sistem pertahanan udara, serta bantuan tembakan howitzer. Seluruh rangkaian latihan mencerminkan semakin kuatnya integrasi kemampuan TNI AD, TNI AL, dan TNI AU,” tulis Sjafrie, Kamis (6/8).
Menurut Sjafrie, TNI harus selalu siap, modern, profesional, dan mampu menunjukkan kekuatan dalam menjaga setiap jengkal wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia menilai kesiapan tempur yang ditampilkan dalam latihan menjadi bukti penguatan pertahanan nasional mulai menunjukkan hasil signifikan.
Latihan tersebut juga menampilkan penggunaan produk industri pertahanan dalam negeri, termasuk drone kamikaze AKM KI-50, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pertahanan dan meningkatkan daya tangkal Indonesia.
Dinas Penerangan TNI AL (Dispenal) menjelaskan Operasi TNI Terintegrasi 2026 dirancang untuk meningkatkan profesionalisme prajurit melalui integrasi berbagai sistem persenjataan dan teknologi terkini.
“Latihan ini menggabungkan teknologi dan strategi peperangan modern dengan fokus pada kecepatan pengambilan keputusan, koordinasi, dan efektivitas operasi gabungan,” tulis Dispenal dalam keterangan resminya.
Dalam simulasi pertempuran, TNI AU mengerahkan pesawat tempur Rafale dan F-16 yang membawa bom MK-82, dilanjutkan operasi khusus matra udara oleh Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat).
Dari unsur laut, TNI AL mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991, operasi peranjauan, serta infiltrasi pasukan khusus Kopaska untuk simulasi sabotase kabel bawah laut.
TNI juga mensimulasikan peperangan siber dengan skenario pelumpuhan instalasi listrik musuh sebelum penembakan rudal C-705 dilakukan dari KRI Sampari-628 ke sasaran darat.
Selain rudal, latihan mencakup Bantuan Tembakan Kapal (BTK) dari KRI Prabu Siliwangi-321, KRI Sultan Iskandar Muda-367, dan KRI Raden Eddy Martadinata-331, serta penembakan Multi Launcher Rocket System (MLRS) milik Korps Marinir.
Dari unsur darat, TNI AD mengerahkan pasukan Lintas Udara (Linud) yang melaksanakan penerjunan tempur dari pesawat Hercules C-130, didukung drone intai tempur dan pasukan Artileri Medan.
Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk menguji kesiapan tempur dan kemampuan operasi gabungan TNI dalam menghadapi ancaman modern, sekaligus memperkuat sinergi antarmatra di wilayah strategis perbatasan Kepulauan Riau. (*)


No comment