BATAM, GURINDAM.TV — Membludaknya penerimaan siswa baru di SMK Batam saat ini, rencananya Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memperkuat pendidikan vokasi. Sejumlah SMA dikonversi menjadi SMK, demi melahirkan lulusan siap kerja.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, kebijakan ini sejalan dengan program link and match antara dunia pendidikan dan industri yang kini mulai berjalan baik di Kepri.
“Makanya beberapa SMA kami konversi ke SMK. Kami juga sudah siapkan anggaran untuk pengadaan alat-alat penunjang pembelajaran vokasi,” ujar Ansar di Batam, Kamis, 10 Juli 2025.
Menurut Ansar, secara geografis dan kebutuhan daerah, proporsi ideal sekolah menengah di Kepri adalah 30 persen SMA dan 70 persen SMK. Lulusan SMK, katanya, lebih cepat terserap ke dunia kerja karena telah dibekali keterampilan teknis.
“Anak-anak lulusan SMK ini tinggal kami fasilitasi, karena mereka sudah siap kerja,” tambahnya.
Selain itu, Pemprov Kepri juga mempersiapkan program magang untuk 500 lulusan SMA pada 2026. Berbeda dari sebelumnya, pelatihan tidak lagi terpusat di satu lokasi karena biayanya tinggi. Kini, magang langsung ke perusahaan.
“Kami bantu biaya transportasi dan makan mereka. Setiap perusahaan akan kami titipkan lima sampai sepuluh orang. Yang bagus pasti langsung direkrut,” kata Ansar.
Ansar juga menyebut, pengusaha di Kepri cenderung mempekerjakan tenaga lokal. Alasannya, dinilai lebih bertanggung jawab. “Anak daerah lebih dijaga orang tuanya, dan mereka tidak mudik saat hari raya,” ujarnya.
Sebagai bagian penguatan pendidikan vokasi, Pemprov Kepri akan menginventarisasi lulusan SMK yang belum bekerja. Koordinasi juga dilakukan dengan kepala sekolah, termasuk SMK pariwisata. “Kami jadikan ini sebagai bursa tenaga kerja. Nanti perusahaan yang mau rekrut, datang dulu ke Pemda,” pungkas Ansar.
Diberitakan, minat siswa Kepri ke SMK melonjak, terutama di Batam. Disdik Kepri berencana mengalihfungsikan beberapa SMA menjadi SMK untuk mengakomodasi tren pendidikan vokasi ini.
Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau mencatat peningkatan signifikan minat siswa terhadap Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada tahun ajaran 2025/2026. Tren ini mengarah pada rencana strategis pemerintah untuk mengalihfungsikan beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi SMK.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, mengatakan evaluasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) menunjukkan jumlah pendaftar SMK terus meningkat, terutama di Batam. Ini menandakan pergeseran minat generasi muda ke pendidikan vokasi.
“Minat ke SMK meningkat signifikan, terutama di Batam. Kami bahkan tengah mempersiapkan kemungkinan mengalihfungsikan salah satu SMA menjadi SMK mulai tahun depan,” ungkap Andi Agung.
Langkah ini bukan sekadar respons terhadap kuota yang penuh, tapi bagian dari penataan ulang sistem pendidikan agar lebih adaptif dengan kebutuhan dunia kerja. “Gurunya sedang kami siapkan, sarana prasarana juga sedang disesuaikan,” lanjutnya.
Andi menambahkan, jumlah SMK negeri di Batam kini lebih banyak dibanding SMA, yakni 11 berbanding 9. Ini menjadi peluang untuk memperkuat pendidikan vokasi. “Dunia kerja menuntut keahlian. Dan SMK menjawab itu. Maka, penataan sekolah harus menyesuaikan,” tegasnya.
Disdik Kepri menargetkan langkah konkret dalam delapan bulan ke depan, termasuk pemetaan ulang zonasi dan penguatan guru vokasi. Proses PPDB tahun ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti BPMP, Inspektorat, dan Ombudsman, untuk memastikan transparansi.
“Kami menyadari ada yang belum diterima. Tapi semuanya sesuai mekanisme,” ujarnya dilansir Gokepri.
Ia menyoroti tantangan seperti kendala usia, kurang informasi, hingga siswa yang tidak mendaftar tepat waktu. Semua data itu sudah tercatat dan akan dicarikan solusinya.
Hasil PPDB jenjang SMA dan SMK negeri se-Kepri diumumkan hari ini. Beberapa SMA negeri di Batam, seperti SMA Negeri 1, 3, 5, 8, dan 16, mencatat pendaftar melebihi daya tampung. Sementara itu, SMA lain seperti SMA 4, 24, 26, dan 20 kekurangan pendaftar. “Ini akan kami evaluasi dan sesuaikan zonasi serta promosi ke depan,” tuturnya.(*/Red )


No comment