TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW harus dimaknai lebih dari sekadar peristiwa historis keagamaan. Momentum spiritual ini, menurutnya, menjadi pijakan penting untuk memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas spiritual umat, serta membangun masyarakat yang beradab dan berkarakter kuat.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat memberikan tausiyah pada peringatan Isra Mikraj tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang digelar di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Rabu (14/1/2026) malam. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan daerah, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
“Isra Mikraj bukan sekadar peristiwa historis, tetapi mengandung pesan spiritual, intelektual, dan sosial yang sangat relevan bagi kehidupan umat manusia sepanjang zaman,” ujar Menag di hadapan para jemaah.

Dalam tausiyahnya, Menag menekankan bahwa kekuatan bangsa berakar dari keluarga yang kokoh dan nilai keagamaan yang tertanam kuat. Menurutnya, mustahil membangun masyarakat dan negara yang maju tanpa rumah tangga yang sehat dan harmonis.
“Tidak mungkin kita membangun masyarakat dan negara yang kuat tanpa fondasi keluarga yang utuh dan nilai keagamaan yang kokoh,” tegasnya. (Kemenag/ Red )


No comment