LINGGA, GURINDAM.TV — Proyek pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) pengolahan sagu yang berlokasi di Desa Musai, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Diduga Mangkrak.
Proyek yang dibangun belasan miliaran rupiah tersebut, kini menjadi sorotan masyarakat.
Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) tempat pengolahan sagu, di Desa Musai, Kecamatan Lingga harusnya menjadi harapan motor penggerak ekonomi daerah namun diduga mengalami kegagalan total.
Proyek yang dibangun pada tahun 2024, kondisinya saat ini sangat memperhatinkan dan terkesan terbengkalai begitu saja.
Harapan masyarakat agar proyek ini mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi serta menyerap tenaga kerja lokal di Kabupaten Lingga, namun terancam pupus kekecewaan bagi masyarakat luas.
Diketahui,Pengadaan mesin sagu senilai belasan miliar rupiah yang dibiayai melalui APBD tahun 2024. Mesin Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kabupaten Lingga tersebut, tercantum pemilik dan nama CV perusahaan yang ditunjuk sebagai penyedia berdasarkan informasi dari Sistem Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek ini memiliki kode RUP 52077280 dengan nama paket “Mesin dan Peralatan Sentral IKM Sagu (1 paket)”.
Proyek tersebut mencakup pengadaan tujuh unit mesin, seperti mesin proses “Electrical Wolk” dan mesin pencairan tepung sagu basah, dengan total anggaran sebesar Rp12,3 miliar. Meski telah direncanakan sejak akhir 2024.
Menanggapi kondisi tersebut, masyarakat setempat mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Kabupaten Lingga untuk turun tangan dan melakukan investigasi mendalam terkait dugaan penyimpangan atau kelalaian dalam proyek tersebut mencapai belasan miliar. Sayang sekali jika dibiarkan terbengkalai begitu saja tanpa ada pertanggungjawaban,” ujar salah warga Daek enggan menyebutkan namanya, Selasa (30/06/2026).
Informasinya bangunan utama sentra IKM tersebut kini hanya menyisakan kerangka dengan kondisi fisik yang mulai memprihatinkan. sejumlah beberapa bagian bangunan terlihat sudah mulai rusak serta tidak terawat dan hancur berkarat.
Proyek yang sempat digadang-gadang sebagai pusat hilirisasi produk sagu unggulan Lingga. Namun, kendala teknis dan ketidaksiapan manajemen pengelola membuat proyek tersebut.
Desakan publik agar APH segera melakukan audit investigatif semakin menguat, mengingat besarnya dana uang masyarakat yang terserap dalam pembangunan fasilitas hingga belasan milyar. proyek kebanggaan masyarakat terbukti “Penghamburan Uang Negara” yang tidak memberikan manfaat ekonomi sedikit pun bagi masyarakat Desa Musai, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. (Net/Red)


No comment