NATUNA, GURINDAM.TV — Seorang pemuda asal Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, dikabarkan tewas di medan perang setelah menjadi tentara bayaran Rusia.
Pria bernama Rendi itu, mulanya seorang karyawan di perusahaan telekomunikasi Indosat.
Namun pada tahun 2022, ia dipindah tugaskan ke Batam. Tak lama ia mengundurkan diri dan merantau ke Jawa.
Dari sanalah, Rendi mulai direkrut untuk bekerja di Filipina sebagai tenaga ahli instalasi listrik.
Rendi yang sejak 2022 tak pernah pulang ke Natuna Kepulauan Riau,” ujar ibu Eniyanti , Ibu Rendi dikutip dari Batamnews, Selasa (29/9/2026).
Ruskamal, Ayah Rendi wajahnya terlihat sedih mendengar anaknya tewas di Medan perang menjadi tentara bayaran Rusia.
Saya sangat terpukul mendapat informasi ini, tak menyangka, perjalanan hidup anaknya hingga bisa sampai ke Rusia.” Ruskamal.
Dia menambahkan, Rendi sempat kembali ke Indonesia, tetapi hanya singgah di Jakarta. Tak lama berselang, ia dan kawan-kawannya kembali menerima panggilan kontrak kerja ke Filipina.
Awal Februari 2026, telepon dari Rendi mengubah segalanya. Ia mengabarkan sedang berada di Rusia bersama tujuh orang Indonesia lainnya.
Pengakuannya, Mereka mendaftar sebagai tentara bayaran, meski hanya ditempatkan di bagian logistik.
“Kami kaget. Tapi Rendi menenangkan kami. Katanya mereka hanya direkrut untuk logistik, bukan untuk berperang,” kata Ruskamal.
Orang tua Rendi mengaku mengetahui perekrutan itu. Mereka bahkan dimintai tanda tangan persetujuan dari pihak Rusia.
Tidak main-main, gajinya sekitar 600 juta rupiah untuk kontrak enam bulan.
Menurut pengakuan Rendi, ia sedang menjalani kontraknya periode kedua. Dalam draf kontrak, Ia berencana pulang ke Indonesia pada awal April 2027. Namun rencana itu tak akan pernah terwujud.
Saat tanggal 18 September 2026, Rendi masih menghubungi keluarga. Ia mengatakan akan dikirim ke garis depan pertempuran.
Ia juga berkata untuk beberapa waktu, ia tidak akan bisa dihubungi. Namun Sabtu malam, 26 September 2026. kabar itu datang dari seorang rekan Rendi yang selamat mengabarkan bahwa 8 orang dari rombongan mereka gugur di medan perang.
Serangan drone tanpa awak milik Ukraina menghantam mereka. Rendi termasuk di dalamnya. Rekan yang selamat mengalami luka parah dan kini dirawat tim medis Rusia.
“Kami mendapat kabar duka ini dari kawan Rendi. Ada delapan orang dari Filipina yang mendaftar sebagai tentara bayaran di Rusia secara bersamaan,” terang Ruskamal.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Rendi belum bisa dievakuasi. Kondisi medan pertempuran sangat rawan. ( Red )


No comment