Gagara Chat Tak Senonoh Pelecehan Seksual ke Mahasiswaa Unnes, Pelaku Nyaris Diamuk


SEMARANG, GURINDAM.TV — Korban MI, kasus dugaan pelecehan seksual secara verbal yang dilakukan seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mulai menceritakan pengalaman yang dialaminya. Cerita korban kasus tersebut terungkap dan ramai diperbincangkan di lingkungan kampus.

MI mengaku peristiwa itu bermula saat dirinya menerima pesan dari terduga pelaku pada dini hari. Saat itu, pelaku menghubunginya dengan alasan menanyakan layanan jasa titip (jastip) yang memang pernah dijalankannya.

“Awalnya dia chat menanyakan jastip. Karena saya memang tergabung di beberapa grup jastip dan antar jemput,” kata MI.

Namun, obrolan yang semula tampak biasa berubah menjadi tidak pantas. Setelah menanyakan keberadaan MI di kos, terduga pelaku mulai mengajukan pertanyaan yang dinilai mengarah pada pelecehan seksual.

Sebab, pelaku sempat bertanya apakah dirinya ‘hyper’ dan kemudian melemparkan pertanyaan yang lebih vulgar terkait pengalaman hubungan seksual korban.

“Saya langsung kaget dan merasa tidak nyaman. Setelah itu saya screenshot percakapannya,” ungkapnya.

Merasa ada yang tidak beres, MI kemudian membagikan tangkapan layar percakapan tersebut ke grup driver Anjem sebagai bentuk peringatan kepada anggota lain, terutama perempuan. Dengan adanya unggahan itu banyak pengakuan dari sejumlah perempuan lain yang mengaku menerima pesan serupa dari orang yang sama.

“Ternyata korbannya banyak. Mereka mengirimkan screenshot dengan isi chat yang hampir sama. Setahu saya korbannya perempuan semua,” ujarnya.

Chat Menyebar dan Diunggah ke Media Sosial

Informasi itu kemudian menyebar lebih luas hingga diunggah ke akun media sosial kampus dan menjadi perhatian publik. MI tidak menyangka kasus tersebut akan menjadi ramai. Namun, ia hanya berniat memberikan peringatan kepada rekan-rekannya agar lebih waspada.

“Saya tidak menyangka akan seramai ini. Awalnya hanya ingin mengingatkan teman-teman yang lain,” ujarnya.

Kasus tersebut kemudian difasilitasi untuk dimediasi oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan. MI bersama sejumlah korban dan rekan-rekan driver meminta agar terduga pelaku memberikan klarifikasi serta permintaan maaf karena jumlah korban yang diduga cukup banyak.

Massa tiba-tiba mendatangi Simpang Tujuh Unnes dekat ATM Center Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Massa yang datang sampai ratusan sampai membuat gaduh. Polisi yang menerima laporan tersebut langsung turun ke lokasi mengevakuasi korban ke Polrestabes Semarang. (Med )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *