Ketika Kasih Nenek Usia 81 Tahun Menjadi Kekuatan Firman Siswa SLB di Tanjungpinang


TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV — Siang itu, saya bertemu Firman, seorang siswa SLB yang setiap hari menunggu bus untuk berangkat ke sekolah dari kawasan KM 14, Tanjungpinang.

Di balik sosoknya yang sederhana, tersimpan sebuah perjuangan panjang. Firman hidup bersama neneknya yang telah berusia 81 tahun, sosok yang setiap hari menjadi tempat bergantung dan merawatnya.

Mereka hidup bertiga di sebuah rumah kontrakan sederhana di belakang deretan ruko kawasan KM 14 Tanjungpinang.

Saat saya datang, wajah sang nenek tampak begitu senang. Ada kebahagiaan ketika ada yang datang melihat, menyapa dan mendengarkan cerita mereka.

Dengan polos, sang nenek kemudian bertanya kepada saya,

“Besok ada bus nggak, Firman mau sekolah?”

Sebuah pertanyaan sederhana, tetapi terasa begitu dalam.

Kisah Firman, Siswa SLB yang Setiap Hari Menanti Bus Sekolah

Bagi Firman, Siswa SLB di Sengarang Tanjungpinang, bus bukan sekadar kendaraan. Bus adalah jalan menuju sekolah, tempat ia belajar, bertemu guru dan teman-temannya, serta mengejar harapan seperti anak-anak lainnya.

Sementara bagi sang nenek, mengurus Firman di usia 81 tahun tentu bukan pekerjaan ringan. Di usia ketika sebagian orang mungkin sudah banyak beristirahat, ia masih harus memikirkan kebutuhan cucunya, memastikan Firman bisa sekolah dan menjalani hari-harinya.

Namun, mungkin inilah cara Allah SWT menitipkan sebuah amanah.

Firman adalah titipan Allah. Begitu pula sang nenek yang diberikan kekuatan untuk merawat dan mendampinginya.

Mari Kita Bantu Firman

Kisah Firman mengingatkan kita bahwa kepedulian tidak cukup hanya dengan rasa iba. Mari kita hadir dengan bantuan yang nyata dan tepat sasaran.

Bagi siapa saja yang ingin membantu, bantuan dapat diarahkan untuk:

– Biaya transportasi Firman ke sekolah, agar ia tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dengan baik.
– Perlengkapan sekolah, seperti seragam, sepatu, tas, alat tulis dan kebutuhan belajar lainnya.
– Kebutuhan harian Firman, termasuk makanan dan kebutuhan pribadi.
– Kebutuhan rumah tangga, untuk meringankan beban nenek yang sudah berusia 81 tahun.
– Bantuan kesehatan dan pemeriksaan rutin, sesuai kebutuhan Firman dan neneknya.
– Bagi yang memiliki akses atau kemampuan, dukungan transportasi rutin ke sekolah juga akan sangat berarti bagi Firman.

 

Kisah Firman, Siswa SLB yang Setiap Hari Menanti Bus Sekolah

Tidak harus menunggu memiliki banyak untuk berbuat baik.

Bantuan Rp10 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu, satu paket sembako, sepasang sepatu sekolah, atau sekadar membantu ongkos sekolah—jika dilakukan bersama-sama, insyaallah dapat menjadi kekuatan besar bagi Firman dan neneknya.

Jika ingin membantu, mari pastikan bantuan diberikan langsung dan tepat sasaran kepada Firman dan neneknya atau melalui pihak yang benar-benar mendampingi mereka.

Karena yang kita perjuangkan bukan sekadar membantu satu keluarga.

Kita sedang berusaha memastikan seorang anak istimewa tetap memiliki kesempatan untuk bersekolah dan menjalani masa depannya.

Firman tidak meminta dikasihani. Ia hanya membutuhkan kesempatan, perhatian dan dukungan.

Dan sang nenek, di usia 81 tahun, tidak seharusnya merasa sendirian dalam menjaga amanah yang Allah SWT titipkan kepadanya.

Mari kita bantu Firman tetap sekolah.
Mari ringankan langkah sang nenek.
Mari menjadi bagian dari kebaikan kecil yang mungkin akan sangat berarti bagi kehidupan mereka.

Karena anak adalah titipan Allah SWT.

Menjaga titipan itu bukan hanya tugas keluarga. Ini adalah kepedulian kita bersama. ( Pit )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *