JAKARTA, GURINDAM, TV — Pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Timnas Jepang dan Timnas Indonesia berakhir dengan skor mencolok 6-0 pada Selasa, 10 Juni 2025. Pertandingan yang berlangsung di Suita City Football Stadium, Jepang, ini menjadi salah satu momen yang sulit dilupakan bagi para penggemar sepak bola Indonesia. Meskipun Indonesia telah berjuang keras untuk mencapai babak kualifikasi, hasil ini menunjukkan betapa jauh jarak antara kedua tim saat ini.
Sejak peluit awal dibunyikan, Jepang menunjukkan dominasi yang luar biasa. Tim tuan rumah tidak hanya menguasai permainan, tetapi juga menciptakan peluang demi peluang yang berujung pada gol. Indonesia, di sisi lain, tampak kesulitan untuk menembus pertahanan Jepang, bahkan tidak mampu menciptakan satu pun tembakan ke arah gawang. Kekalahan ini bukan hanya sekadar angka di papan skor, tetapi juga menggambarkan tantangan besar yang dihadapi Timnas Indonesia dalam menghadapi tim-tim elit Asia.
Gol-gol yang dicetak oleh Daichi Kamada, Takefusa Kubo, Ryoya Morishita, dan Shuto Machino menunjukkan kualitas permainan Jepang yang sangat tinggi. Meskipun hasil ini mengecewakan, Timnas Indonesia diharapkan dapat mengambil pelajaran berharga untuk meningkatkan performa di masa mendatang. Sejarah mencatat bahwa Indonesia pernah mengalahkan Jepang di era 1970-an dan 1980-an, namun saat ini perbedaan kekuatan kedua tim sangat mencolok.
Dominasi Jepang Sejak Awal Pertandingan
Sejak awal pertandingan, Jepang langsung mengambil inisiatif untuk menyerang. Gol pertama dicetak oleh Daichi Kamada pada menit ke-10, yang menjadi pembuka bagi dominasi Jepang. Tak lama kemudian, Takefusa Kubo menambah keunggulan menjadi 2-0, sebelum Ryoya Morishita menutup babak pertama dengan gol ketiga. Indonesia tampak tertekan dan tidak mampu memberikan perlawanan yang berarti.
Di babak kedua, Jepang terus menunjukkan taringnya dengan mencetak tiga gol tambahan. Shuto Machino mencetak dua gol, menambah penderitaan bagi Timnas Indonesia. Meskipun Indonesia telah memastikan lolos ke ronde berikutnya, kekalahan ini menjadi catatan penting untuk evaluasi tim. Pelatih dan pemain diharapkan dapat menganalisis performa mereka dan memperbaiki kekurangan yang ada.
Dengan hasil ini, Jepang memastikan diri lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 sebagai juara grup. Momen ini menjadi pengingat bagi Timnas Indonesia bahwa masih banyak yang harus diperbaiki untuk bersaing di level tertinggi. Dengan semangat dan kerja keras, diharapkan Indonesia dapat bangkit dan menunjukkan performa yang lebih baik di masa depan.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi kepada para suporter menyaksikan pertandingan antara Jepang dan timnas Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para suporter yang hadir menyaksikan pertandingan antara Jepang dan timnas Indonesia pada Selasa malam, 10 Juni 2025. Dalam laga yang merupakan penutup Grup C putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia tersebut, tim Garuda mengalami kekalahan yang cukup telak dengan skor 0-6 dari tim Samurai Biru.
Di akun Instagram resminya, Erick Thohir menulis, “Terima kasih seluruh suporter yang sudah datang dan mendukung Timnas Indonesia di Osaka, Jepang, maupun di Tanah Air.”
“Kita persiapkan tim agar bisa lebih baik untuk Babak 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026,” imbuhnya.
Meskipun hasil pertandingan ini tidak mengubah posisi timnas Indonesia, pasukan yang dilatih oleh Patrick Kluivert telah memastikan diri untuk melanjutkan ke putaran penyisihan berikutnya demi merebut tiket ke turnamen utama yang akan diadakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di sisi lain, Jepang juga telah memastikan tiket mereka untuk Piala Dunia 2026.
Pertandingan antara Jepang dan Timnas Indonesia

Pemain Timnas Indonesia yang Tampil Mengesankan Meski Dibantai Jepang 6-0
Meski harus menerima kekalahan dari Timnas Jepang, sejumlah pemain Timnas Indonesia menunjukkan performa yang cukup mengesankan dalam laga terakhir Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Pertandingan yang dihelat di Stadion Panasonic Suita, Suita, pada Selasa (10/6/2025) malam WIB tersebut berakhir dengan skor 0-6, di mana Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang secara menyeluruh.
Di babak pertama, skuad Garuda sudah tertinggal dengan skor 0-3 akibat gol-gol yang dicetak oleh Daichi Kamada pada menit ke-15 dan 45+6, serta Takefusa Kubo di menit ke-19. Sementara itu, di babak kedua, Tim Samurai Biru menambah keunggulan mereka dengan gol dari Ryoya Morishita (55′), Shuto Machino (58′), dan Mau Hosoya (80′). Meskipun mengalami kekalahan yang cukup telak dalam pertandingan ini, ada beberapa pemain dari skuad Merah Putih yang patut mendapatkan apresiasi. Berikut adalah ulasan dari Bola.com.
Emil Audero

Meskipun Emil Audero kebobolan enam gol, penampilannya tetap patut diacungi jempol. Kiper berusia 28 tahun ini berhasil melakukan sejumlah penyelamatan penting selama pertandingan berlangsung. Saves yang dilakukan oleh penjaga gawang asal Mataram, Nusa Tenggara Barat, sering kali mampu menggagalkan peluang berbahaya dari tim Samurai Biru.
Hal ini menunjukkan ketangkasan Audero dalam menghadapi berbagai ancaman yang datang. Seandainya kiper ini tidak menunjukkan kecepatan dan ketepatan, gawang tim Merah Putih bisa saja mengalami kebobolan yang lebih parah mengingat kualitas tinggi para pemain Timnas Jepang.
Jay Idzes

Jay Idzes menunjukkan performa yang sangat mengesankan di lini belakang Timnas Indonesia. Meskipun timnya kebobolan enam gol, perannya sebagai pemimpin di sektor pertahanan sangat penting. Ia turut berkontribusi dalam menciptakan beberapa gol untuk skuad yang dilatih oleh Hajime Moriyasu, namun ada beberapa peluang penting yang seharusnya bisa diselamatkan oleh kapten Timnas Indonesia tersebut.
Dalam pertandingan ini, kepemimpinan Jay Idzes kembali diuji. Pemain yang berasal dari klub Liga Italia, Venezia, tersebut berhasil melakukan beberapa blok penting dan menghentikan serangan lawan dengan efektif.
Yance Sayuri

Peluang Yance Sayuri untuk bermain sebagai starter di bawah arahan Patrick Kluivert menjadi pengalaman yang penuh tantangan. Meskipun begitu, dia menghadapi kesulitan dalam menciptakan ancaman dari sisi kanan lapangan. Selain itu, pada babak kedua, Yance juga harus beradaptasi dengan perubahan posisi.
Namun, yang patut diacungi jempol adalah semangat juangnya yang tetap tinggi hingga akhir pertandingan. Meskipun sempat terlihat mengalami pendarahan, Yance tidak menyerah dan melanjutkan permainan. Dia juga mengalami beberapa momen terjatuh akibat kram, tetapi pemain yang berasal dari Malut United ini berhasil bangkit dan menyelesaikan penampilannya di akhir laga. (Med/Red )


No comment