JAKARTA, GURINDAM.TV — Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKB Oleh Soleh menyoroti pembatalan mutasi anak mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo dan 6 perwira tinggi TNI.
Dia meminta proses rotasi prajurit tidak dilakukan karena adanya intervensi politik dari pihak luar. Dia menegaskan, petinggi TNI tak boleh bermain dua kaki atau memiliki loyalitas ganda.
Kang Oleh, sapaan akrab Oleh Soleh mengatakan, dirinya cukup kaget ketika mutasi perwira tinggi dibatalkan hanya selang beberapa hari setelah ditetapkan. Tentu, hal itu tidak lazim dan menimbulkan tanya di tengah masyarakat.
“Akhirnya muncul banyak spekulasi dan anggapan dari masyarakat. Karena nggak biasanya mutasi dibatalkan setelah ditetapkan,” beber Kang Oleh, Senin (5/5).
Apalagi, kata Kang Oleh, mutasi itu dilakukan salah satunya kepada anak mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, Letjen Kunto Arief Wibowo. Mutasi itu kemudian dikaitkan dengan sikap Try Sutrisno yang mendukung pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

(Foto : Letjen Kunto Arief Wibowo Tanam cabai di kawasan Kogabwilham I bersama masyarakat dan petani belum lama ini )
“Tentu ini tidak baik untuk TNI. Citra TNI jadi buruk, karena banyak masyarakat yang menduga adanya kepentingan politik dalam proses mutasi,” papar legislator asal Dapil Jawa Barat XI itu.
Kang Oleh mengatakan, jangan sampai ada intervensi politik dari luar dalam proses mutasi. Rotasi prajurit harus betul-betul dilakukan karena kepentingan organisasi TNI, agar kinerja lembaga semakin baik. Jadi, bukan karena permintaan orang lain.

(Foto : Letjen Kunto Arief Wibowo Tanam cabai di kawasan Kogabwilham I bersama masyarakat dan petani belum lama ini )
Panglima TNI Jangan Dua Kaki
Dia menegaskan bahwa prajurit TNI harus memiliki loyalitas tunggal kepada negara, bukan kepada orang lain. Anggota TNI tidak boleh memiliki loyalitas ganda. Secara hirarki, petinggi TNI harus tunduk kepada presiden.
“Jadi petinggi TNI tidak boleh bermain dua kaki atau memiliki loyalitas ganda. Yaitu, mengikuti perintah presiden, tapi di sisi lain juga mengikuti keinginan politik pihak lain. Petinggi TNI harus mengetahui siapa yang menjadi atasan mereka,” tegas Oleh.
“Kepentingan politik dari luar jangan sampai merusak TNI. Ini sangat penting diperhatikan, terutama bagi perwira tinggi TNI,” beber Kang Oleh.
Untuk itu, Kang Oleh meminta agar pembatalan mutasi perwira tinggi menjadi pelajaran dan bahan evaluasi agar tidak terjadi persoalan yang sama. Mutasi harus betul-betul dilakukan untuk perbaikan dan peningkatan kinerja organisasi.

(Foto : Letjen Kunto Arief Wibowo Tanam cabai di kawasan Kogabwilham I bersama masyarakat dan petani belum lama ini )
TNI Batal Mutasi Letjen Kunto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membatalkan mutasi Letjen Kunto Arief Wibowo dari kursi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I. Selain Letjen Kunto Arief, Panglima TNI juga batal memutasi enam perwira tinggi (Pati) TNI lainnya.
Keputusan Panglima TNI membatalkan Letjen Kunto Arief dan enam Pati TNI lainnya itu tertuang dalam Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/554.a/IV/2025 yang ditetapkan 30 April 2025, ditandatangani Kepala Sekretaris Umum (Setum) TNI Brigjen Mohammad Sjahroni.
Dalam surat keputusan diteken Panglima TNI Nomor Kep/554/IV/2025 tanggal 29 April 2025 sebelumnya semula tertulis Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, yang sebelumya menjabat Pangkogabwilhan I dimutasi menjadi Staf Khusus Kasad.

(Foto : Letjen Kunto Arief Wibowo Tanam cabai di kawasan Kogabwilham I bersama masyarakat dan petani belum lama ini )
Kemudian Laksda TNI Hersan, yang semula menjabat Pangkoarmada III dirotasi sebagai Pangkogabwilhan I menggantikan Letjen Kunto Arief.
Selanjutnya Laksda TNI H. Krisno Utomo yang sebelumnya menjabat Pangkolinlamil dirotasi menjadi Pangkoarmada III menggantikan Laksda Hersan
Lalu Laksda TNI Rudhi Aviantara yang sebelumnya menjabat Kas Kogabwilhan II dirotasi sebagai Pangkolinlamil menggatikan Laksda Krisno Utomo.
Laksma TNI Phundi Rusbandi yang semula menjabat Waaskomlek Kasal dirotasi menjadi Kas Kogabwilhan II menggantikan Laksda TNI Rudhi Aviantara.
Laksma TNI Benny Febri yang sebelumnya menjabat Kadiskomlekal dirotasi menjadi Waaskomlek Kasal menggantikan Laksma TNI Phundi Rusbandi.
Terakhir Laksma TNI Maulana yang sebelumnya menjabat Staf Khusus Kasal dirotasi menjadi Kadiskomlekal menggantikan Laksma TNI Benny Febri.( Med/ Pit )


No comment