Iran Tinggalkan GPS Satelit AS, Rudal Iran Menghantam Wilayah Israel


JAKARTA, GURINDAM.TV — Kesuksesan rudal-rudal Iran menghantam wilayah Israel dalam perang selama 12 hari kemarin tidak lepas dari keputusan tegas mereka yang mematikan semua layanan satelit GPS Amerika Serikat di wilayah mereka dan beralih ke Sistem Satelit Navogasi BeiDou milik China.

Keputusan ini diambil di tengah ketegangan geopolitik dan kebutuhan Iran akan solusi navigasi yang lebih andal.

GPS, yang telah lama didominasi oleh Amerika Serikat, telah menjadi standar global untuk penentuan posisi, navigasi, dan penentuan waktu. Namun, bagi Iran, ketergantungan pada sistem yang dikendalikan oleh kekuatan asing, terutama negara yang memiliki hubungan kompleks dengannya, menimbulkan risiko. Kekhawatiran tersebut mencakup potensi gangguan layanan selama konflik geopolitik hingga masalah keamanan data.

Mulai 2015

Iran memiliki kekhawatiran bahwa AS dapat mematikan atau membatasi sinyal GPS di wilayah tertentu selama konflik militer, seperti yang diduga terjadi selama Krisis Selat Taiwan Ketiga pada 1996, ketika China kehilangan jejak dua rudal karena gangguan sinyal GPS.

Untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi AS yang dapat dikontrol atau dimatikan, Iran mencari sistem navigasi satelit independen. BeiDou, yang dimiliki dan dioperasikan oleh China National Space Administration (CNSA), menawarkan solusi yang tidak dapat diganggu oleh AS.

Pada 2015, perusahaan elektronika pertahanan Iran, Salran, menandatangani perjanjian dengan perusahaan pertahanan China untuk menggunakan teknologi PNT (Positioning, Navigation, and Timing) BeiDou pada rudal dan drone Iran guna meningkatkan akurasi penargetan.

Keunggulan Teknis BeiDou
Pada 2021, Iran diberikan akses penuh ke sistem BeiDou untuk keperluan militer, yang memungkinkan integrasi teknologi ini ke dalam senjata presisi dan sistem navigasi militer.

Kesepakatan ini diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) pada 2015 antara Beijing dan Teheran, yang mencakup pembangunan stasiun darat BeiDou di Iran dan pendirian pusat pengumpulan data ruang angkasa Iran.

BeiDou memiliki konstelasi satelit yang lebih besar (56 satelit pada 2024) dibandingkan GPS (31 satelit), dengan akurasi lebih tinggi di banyak wilayah, terutama di negara berkembang seperti Iran. Untuk penggunaan militer, BeiDou dapat mencapai akurasi hingga satu sentimeter, dibandingkan GPS yang umumnya memiliki akurasi tiga meter untuk penggunaan publik.

Iran pakai untuk rudal dan drone
Sistem ini juga memiliki fitur komunikasi dua arah (two-way messaging) pada perangkat khusus, yang berguna untuk komunikasi di wilayah tanpa jaringan seluler, meskipun fitur ini terbatas pada perangkat militer tertentu.

BeiDou dirancang dengan kemampuan anti-jamming dan anti-spoofing yang canggih, yang sangat penting untuk operasi militer di lingkungan dengan potensi gangguan sinyal.

Iran telah mengintegrasikan teknologi BeiDou ke dalam rudal dan UAV (unmanned aerial vehicles) untuk meningkatkan akurasi penargetan. Contohnya, bom luncur berpemandu satelit Yasin, yang diperkenalkan pada Agustus 2019 dan digunakan dalam latihan militer Great Prophet 14 pada Juli 2020, awalnya menggunakan GPS sebagai sinyal utama dan GLONASS (sistem Rusia) sebagai cadangan. Namun, ada indikasi kuat bahwa Iran beralih ke BeiDou sebagai sinyal utama untuk menghindari ketergantungan pada GPS.

Laporan dari media sosial dan sumber tertentu menyebutkan bahwa BeiDou memungkinkan rudal dan drone Iran untuk tetap beroperasi meskipun AS atau Israel memblokir sinyal GPS di Timur Tengah.(Med/Red )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *