Peredaran Rokok Ilegal Merek “PSG” di Tanjungpinang Meresahkan Masyarakat dan Pelajar

Oplus_131072


TANJUNGPINANG, GURINDAM.TV — Disaat Pemerintah tengah gencar-gencarnya membrantas rokok non cukai ( rokok ilegal), di Ibu Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau, rokok bermerek PSG dijual bebas ke masyarakat dan pelajar.

Rokok Merek yang konon-nya dari group kompi A tersebut, diback up petinggi anggota DPRD di tanah segantang lada.

Sumber GURINDAM TV YZ menyebutkan, rokok PSG ini nga bakal ada yang berani sentuh, pasalnya cukup kuat siapa dibelakangnya, apalagi didekat dengan penguasa,” Ungkap sumber sembari menunjukan rokok.

( Foto: Rokok non cukai ( rokok ilegal ) yang lagi marak beredar di Ibu Kota Tanjungpinang )

Peredaran rokok ilegal merek PSG kian meresahkan di Kota Tanjungpinang. Rokok tanpa pita cukai tersebut dengan mudah ditemukan di hampir setiap sudut kota, memunculkan dugaan kuat adanya keterlibatan oknum pemasok yang melancarkan distribusi dari Batam ke Tanjungpinang.

Rokok PSG “tidak pernah putus” pasokannya di Tanjungpinang. Kondisi ini dinilai janggal jika dibandingkan dengan merek rokok murah lainnya yang kerap hilang dari peredaran,” dilansir dari Infotoday.id, Minggu (4/1) malam.

Kelancaran distribusi rokok ilegal semakin masif dan meresahkan ini mengindikasikan lemahnya pengawasan di jalur masuk, khususnya di pelabuhan-pelabuhan yang ada di Tanjungpinang.

Ia pun mempertanyakan peran dan fungsi pengawasan Bea dan Cukai setempat.

Bea Cukai Tanjungpinang didesak untuk memperketat pengawasan di setiap pelabuhan, mengingat Tanjungpinang merupakan daerah kepulauan dengan banyak pintu masuk laut yang rawan disalahgunakan.

Tak hanyabitu, modus yang digunakan diduga dengan memanfaatkan pemain perorangan. Para pembawa rokok disebut hanya membawa beberapa slop dalam sekali perjalanan agar tidak mencurigakan.

“Bisa saja pemain perorangan. Mereka membawa rokok berslop-slop dari Batam dalam jumlah tertentu supaya tidak terdeteksi,” jelasnya.

lebih lanjut, kemungkinan keterlibatan oknum tertentu yang membuat rokok ilegal ini dengan mudah lolos ke Tanjungpinang.

Ia menilai, masyarakat awam cenderung tidak berani mengambil risiko membawa rokok ilegal lintas daerah karena ancaman hukum yang berat.

“Kalau orang biasa, saya rasa tidak berani membawa rokok ilegal dari Batam ke Tanjungpinang. Keuntungannya besar, tapi risikonya juga besar,” katanya.

Bisnis rokok ilegal dinilai sangat menggiurkan karena margin keuntungannya tinggi dan tidak dibebani cukai. Oleh karena itu, sumber berharap perhatian serius dari pemerintah pusat terkhusus ke pihak bea cukai sembari berkordinasi dengan TNI/Polri.

Maraknya peredaran rokok ilegal di Kepri secara masif dan tak tersentuh hukum, Menteri Keuangan RI segera turun langsung ke Kepulauan Riau untuk memantau dan menindak tegas peredaran rokok ilegal yang diduga banyak berasal dari Batam.

“Kami berharap Menteri Keuangan bisa datang ke Kepri untuk melihat langsung maraknya bisnis rokok ilegal ini,” ujarnya.

Diketahuik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebelumnya pernah melakukan inspeksi ke Batam, para penjual rokok ilegal sempat merasakan dampaknya. Namun pengawasan tersebut dinilai belum berkelanjutan.

Masyarakat kini berharap Dirjen Bea dan Cukai kembali turun langsung ke Kepulauan Riau agar peredaran rokok ilegal, khususnya merek PSG, dapat diberantas hingga ke akar-akarnya. (Day/Red)

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *