Ratusan Siswa di Banyumas Keracunan Massal dan terkapar Usai Santap MBG


BANYUMAS, GURINDAM.TV — Ratusan siswa di Kabupaten Banyumas dilaporkan mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dugaan sementara mengarah pada nasi sayur ayam yang menjadi menu saat itu, dan kini tengah diperiksa sebagai sampel utama penyebab keracunan.

“Sampel itu telah diambil Dinas Kesehatan Banyumas untuk diteliti di laboratorium,” kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Banyumas, Taryono, Jumat (26/9).

Peristiwa keracunan terjadi pada Selasa 23 September 2025 setelah sejumlah pelajar tingkat TK-SD menyantap menu MBG. Esok harinya, beberapa siswa tidak masuk sekolah dengan gejala serupa.

“Selasa itu normal, Rabu ada anak-anak tak masuk sekolah. Keluhannya mirip pusing, mual, muntah. Kamis 25 September 2025 kami koordinasi dengan Badan Gizi Nasional dan Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Kasus keracunan tersebut diduga sempat coba ditutupi, lantaran adanya klausul kerja sama dengan SPPG yang mewajibkan sekolah menjaga kerahasiaan apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), termasuk keracunan massal.

Menurut data, ada sekitar 102 siswa yang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. Mereka tidak sampai dirawat inap, hanya sebagian masih beristirahat di rumah.

“Laporan yang masuk ke kami itu SD Negeri Pangebatan 52 anak tak sekolah, TK Pertiwi Pangebatan 20 anak, SD Negeri Kediri 30 anak. Semuanya di satu Kecamatan Karanglewas,” jelasnya.

Sedangkan untuk antisipasi kejadian serupa, ada dua SD menolak menerima menu MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karanglewas.

“Mereka tidak menolak sampai ada evaluasi. Nah BGN, sudah menyampaikan Senin 22 September 2025 ada evaluasi,” ujarnya.

Dua sekolah yang menolak sementara distribusi menu MBG yaitu SD Negeri Pangebatan dan SD Negeri Kediri. Kasus keracunan ini merupakan yang pertama terjadi di Banyumas sejak program MBG berjalan.

“Selama ini, kali ini baru pertama. Kemarin-kemarin hanya laporan soal menu saja yang dikeluhkan dan sempat viral, seperti menu kacang godog,” katanya.(Med/ REd )

No comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *